Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Kini setelah usia saya melewati setengah abad, saya baru memahami betapa besar pengorbanan seorang ibu. Semoga Allah SWT menempatkan ibu di surga.
Kaum hawa sering kali menangis diam-diam. Mereka menangis ketika anaknya sakit. Mereka menangis ketika suaminya kehilangan pekerjaan. Mereka menangis ketika orang tuanya mulai renta. Mereka menangis ketika merasa tidak dihargai.
Namun hebatnya, air mata itu sering disembunyikan di balik senyum. Mereka tetap memasak. Tetap bekerja. Tetap melayani keluarga. Tetap menjadi sumber kekuatan bagi orang-orang yang dicintainya. Padahal hati mereka sedang rapuh.
Kereta LRT terus melaju. Saya kembali menatap keluar jendela. Pagi semakin terang. Gedung-gedung tinggi mulai terlihat jelas. Lalu pikiran saya melayang kepada cucu tercinta, Tanaya Faza Atisa. Biasa dipanggil Tata. Sekarang sudah dua tahun.

Beberapa hari yang lalu cucu saya genap berusia dua tahun. Melihatnya tertawa membuat hati saya hangat. Melihatnya berlari kecil membuat saya lupa pada segala rasa sakit yang pernah saya alami.
Saat memandang wajah cucu saya, saya sadar bahwa hidup bukan tentang apa yang kita miliki. Hidup adalah tentang siapa yang kita cintai dan siapa yang mencintai kita.
Mobil bisa rusak. Jabatan bisa berakhir. Harta bisa habis. Tetapi cinta keluarga akan selalu tinggal di hati.
Saya juga teringat masa-masa sulit ketika harus menjalani perawatan di rumah sakit. Rasanya sudah banyak rumah sakit saya datangi. Mulai dari rumah sakit Immanuel Bandung lalunrumah sakit harum Kalimalang dan rumah sakit antam medika.
Berbaring di ranjang rumah sakit membuat saya memahami satu hal.nTidak ada yang lebih mahal daripada kesehatan.
Ketika sehat, kita sering mengeluh. Ketika sakit, kita baru sadar bahwa bangun pagi tanpa rasa nyeri adalah nikmat luar biasa.