Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Ketika sehat, kita sibuk mengejar dunia. Ketika sakit, kita hanya berharap bisa kembali berjalan normal.
Saya pernah merasakan itu. Karena itulah sekarang saya lebih banyak bersyukur. Terima kasih ya Allah atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada hambamu yang hina ini.
Kereta LRT ini mulai mendekati tujuan. Para penumpang bersiap turun. Sebagian merapikan tasnya.bSebagian memeriksa telepon genggamnya. Sebagian lagi masih memejamkan mata.
Saya menutup laptop sejenak. Lalu menatap wajah-wajah di sekitar saya. Entah mengapa pagi ini hati saya terasa sangat lembut.
Saya sadar bahwa setiap orang yang ada di dalam kereta ini sedang berjuang dengan caranya masing-masing.
Mungkin ada yang sedang menghadapi masalah ekonomi. Mungkin ada yang sedang merawat orang tua yang sakit. Mungkin ada yang sedang kehilangan orang yang dicintainya. Mungkin ada yang sedang menyimpan air mata yang tidak pernah dilihat siapa pun.
Namun mereka tetap melangkah. Tetap berangkat. Tetap berjuang. Tetap berharap. Mereka berusaha menjemput rezekinya masing-masing.
Pagi ini Allah SWT kembali mengajarkan saya sebuah pelajaran sederhana. Bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Kadang kita harus kehilangan sesuatu agar bisa menemukan sesuatu yang lebih berharga. Saya telah kehilangan kenyamanan menyetir mobil. Namun saya telah menemukan ketenangan dalam perjalanan kereta LRT yang dibangun saat pemerintahan Jokowi.
Saya kehilangan sebagian kekuatan fisik. Namun saya menemukan kekuatan hati yang lebih besar. Saya kehilangan beberapa hal yang dulu saya banggakan. Namun saya menemukan rasa syukur yang jauh lebih indah. Terima kasih ya Allah.
Ketika kereta LRT berhenti dan pintu terbuka, saya mengucapkan pelan dalam hati. "Ya Allah, terima kasih atas perjalanan hidup ini."