Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Steam IT UP! Seni Mengajar yang Menggerakkan, dan Bukan Sekadar Menyampaikan

15 Juni 2026   15:54 Diperbarui: 16 Juni 2026   20:55 166 6 2

Namun dunia berubah begitu cepat.

Anak-anak yang saya ajar sekarang hidup di era kecerdasan buatan. Mereka bisa bertanya kepada AI dalam hitungan detik. Mereka bisa menemukan video pembelajaran dari seluruh dunia hanya melalui telepon genggam. Mereka tidak lagi membutuhkan guru yang sekadar menyampaikan informasi.

Yang mereka butuhkan adalah guru yang mampu menggerakkan pikiran dan hati mereka.

Pelatihan STEAM yang saya ikuti membuat saya semakin sadar bahwa tugas guru saat ini bukan menjadi satu-satunya sumber ilmu, melainkan menjadi fasilitator yang membantu siswa menemukan sendiri pengetahuannya.

Saya membayangkan seorang siswa SMP yang melihat sampah menumpuk di selokan dekat sekolahnya. Dalam pembelajaran konvensional, guru mungkin hanya menjelaskan tentang pencemaran lingkungan. Namun dalam pendekatan STEAM, siswa diajak mengamati langsung kondisi selokan, meneliti penyebabnya, merancang solusi, membuat alat sederhana, menghitung biaya, mendesain kampanye lingkungan, lalu mempresentasikan hasilnya kepada masyarakat.

  • Di situlah pembelajaran menjadi hidup.
  • Di situlah ilmu menemukan maknanya.
  • Di situlah siswa belajar menjadi manusia yang mampu menyelesaikan masalah.

Pelatihan ini juga menjelaskan bahwa dunia sedang bergerak menuju Society 5.0, yaitu masyarakat yang berpusat pada manusia dan memanfaatkan integrasi ruang fisik dan ruang digital untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial. 

Untuk menghadapi masa depan tersebut, siswa membutuhkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, rasa ingin tahu, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan literasi teknologi. Semua keterampilan itu dapat tumbuh melalui pembelajaran STEAM. 

Saya semakin memahami mengapa Kurikulum Nasional saat ini menekankan Pembelajaran Mendalam dengan delapan Dimensi Profil Lulusan, yaitu keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, dan kesehatan. 

Ternyata nilai-nilai tersebut sangat selaras dengan filosofi STEAM.

Dalam pelatihan dijelaskan bahwa karakteristik pembelajaran STEAM mencakup tiga hal utama, yaitu penyelesaian masalah, praktik saintifik dan engineering, serta integrasi lintas disiplin ilmu. 

Inilah yang sering kali belum dipahami sebagian guru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5