Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Ziarah ke Makom Mahmud di Bandung. Ketika Langkah Kaki Mengingatkan Kita Bahwa Hidup di Dunia Hanya Sementara. Lipuatan kegiatan yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay Guru Blogger Indonesia) untuk kompasiana tercinta.
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati." Kalimat yang sering kita dengar itu terasa begitu dekat ketika saya melangkahkan kaki menuju Makom Mahmud di Kampung Adat Mahmud, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Tempat ini bukan sekadar kompleks pemakaman para ulama, tetapi juga ruang perenungan yang mengajak setiap pengunjung mengingat hakikat kehidupan.
Kampung Adat Mahmud sendiri dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di wilayah Bandung yang didirikan oleh Syekh Abdul Manaf atau yang dikenal masyarakat sebagai Eyang Dalem Mahmud.
Hingga kini, masyarakatnya masih menjaga tradisi, adat, dan nilai-nilai keislaman yang diwariskan para leluhur. Omjay datang berziarah bersama keluarga tercinta.
ziarah ke makom Mahmud bandung
Begitu memasuki kawasan Makom Mahmud, suasana hati saya berubah. Hiruk-pikuk kota Bandung seakan tertinggal jauh di belakang. Udara terasa lebih tenang. Langkah kaki melambat.
Hati yang sebelumnya dipenuhi berbagai kesibukan mendadak diajak berdialog dengan diri sendiri. Di tempat seperti inilah manusia diingatkan bahwa jabatan, kekayaan, popularitas, bahkan segala kebanggaan dunia tidak akan ikut dibawa ke liang lahat.
Di sepanjang jalan menuju makam, saya melihat banyak warung kecil yang menjual oleh-oleh. Salah satunya adalah warung yang saya abadikan dalam foto. Aneka kerupuk, rengginang, opak, makanan ringan, hingga bawang merah dijajakan dengan rapi.