Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Ziarah Ke Makom Mahmud Bandung

8 Juli 2026   15:17 Diperbarui: 8 Juli 2026   15:34 170 3 0

Sebagai seorang guru, saya merasa profesi ini adalah ladang amal yang sangat luas. Setiap ilmu yang diajarkan dengan ikhlas akan terus mengalir pahalanya ketika murid mengamalkan ilmu tersebut. 

Itulah sebabnya saya selalu berusaha menulis setiap hari. Saya ingin meninggalkan jejak kebaikan melalui tulisan. Siapa tahu, setelah saya tiada, masih ada orang yang membaca tulisan saya, mengambil manfaat darinya, lalu mendoakan penulisnya.

Di Makom Mahmud saya belajar bahwa warisan terbaik bukanlah harta, melainkan keteladanan. Syekh Abdul Manaf tidak dikenang karena kekayaannya. Beliau dikenang karena ilmu, dakwah, akhlak, dan pengabdiannya kepada masyarakat. 

Berabad-abad setelah wafatnya, orang masih datang mendoakan beliau. Itulah bukti bahwa hidup yang penuh manfaat akan terus dikenang sepanjang masa. Saya juga melihat banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. 

Pemandangan itu sangat menyentuh hati. Orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya tentang sejarah, tentang perjuangan ulama, sekaligus mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. 

Pendidikan seperti inilah yang sering kali tidak ditemukan di ruang kelas, tetapi justru sangat membekas di hati. Perjalanan pulang terasa berbeda. Saya membawa oleh-oleh dalam tas, tetapi oleh-oleh yang paling berharga sesungguhnya ada di dalam hati. 

Saya membawa kesadaran bahwa hidup harus lebih bermanfaat. Saya membawa tekad untuk lebih banyak bersyukur. Saya membawa semangat untuk terus berkarya selama Allah masih memberikan kesempatan.

Saya pun berdoa, "Ya Allah, jadikanlah sisa umurku lebih baik daripada masa laluku. Ampunilah dosa-dosaku, kedua orang tuaku, para guru-guruku, dan seluruh kaum muslimin yang telah mendahului kami. Wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah."

Bagi siapa pun yang berkesempatan berkunjung ke Bandung, sempatkanlah singgah ke Makom Mahmud. Jangan hanya datang untuk melihat makam. Datanglah untuk melihat diri sendiri. 

Datanglah untuk bercermin kepada kehidupan. Sebab makam bukanlah tempat yang menakutkan bagi orang beriman, melainkan pengingat bahwa setiap perjalanan di dunia pasti memiliki akhir.

Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju tempat-tempat penuh keberkahan menjadi langkah yang semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4