Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Ada yang menganggap mimpi hanyalah bunga tidur. Ada yang percaya mimpi merupakan pesan dari Allah. Ada pula yang memandang mimpi sebagai hasil kerja otak saat kita beristirahat.
Sebagai seorang guru, saya merasa setiap pertanyaan adalah pintu menuju ilmu. Karena itu saya mulai membaca berbagai buku, jurnal, dan juga mengingat kembali ajaran agama yang saya pelajari sejak kecil. Dari sanalah saya memahami bahwa mimpi ternyata memiliki banyak sisi yang menarik.
Secara ilmiah, mimpi merupakan pengalaman yang dialami seseorang ketika sedang tidur, terutama pada fase REM (Rapid Eye Movement). Pada fase ini otak justru bekerja sangat aktif meskipun tubuh sedang beristirahat. Otak menyusun kembali berbagai pengalaman, emosi, kenangan, bahkan harapan yang tersimpan di dalam pikiran. Itulah sebabnya seseorang dapat bermimpi tentang pekerjaan, keluarga, masa kecil, bahkan tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa mimpi membantu otak mengolah informasi, memperkuat ingatan, serta menyeimbangkan emosi. Ketika seseorang mengalami tekanan hidup, mimpi sering menjadi cara alami otak untuk melepaskan beban tersebut. Oleh karena itu, hampir setiap manusia pasti bermimpi, walaupun tidak semua orang mampu mengingat mimpinya setelah bangun tidur.
Namun sebagai seorang muslim, saya juga percaya bahwa mimpi tidak hanya bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Dalam ajaran Islam, mimpi dibagi menjadi tiga macam.
Pertama adalah mimpi yang baik atau kabar gembira dari Allah. Mimpi seperti ini biasanya menenangkan hati dan memberi semangat.
Kedua adalah mimpi yang berasal dari bisikan setan, yang bertujuan menakut-nakuti manusia.
Ketiga adalah mimpi yang muncul karena pikiran dan aktivitas sehari-hari. Misalnya seseorang yang seharian memikirkan pekerjaan, maka malam harinya ia bermimpi tentang pekerjaannya.
Saya teringat ketika masih menjadi mahasiswa di IKIP Jakarta. Menjelang ujian akhir, hampir setiap malam saya bermimpi terlambat datang ke ruang ujian atau lupa membawa kartu peserta.
Setelah bangun, saya tersenyum sendiri karena ternyata semua itu hanyalah kecemasan yang terbawa ke alam mimpi. Ketika ujian benar-benar berlangsung, semuanya berjalan lancar.
Pengalaman itu mengajarkan bahwa mimpi sering kali menjadi cermin dari apa yang sedang memenuhi pikiran kita.