Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Waktu Tak Bisa Dibendung, dan Tak Bisa Ditahan, Usia Terus Bertambah

26 Juli 2026   06:16 Diperbarui: 26 Juli 2026   09:20 150 4 1

buku kisah Omjay bertumbuh/dokpri
buku kisah Omjay bertumbuh/dokpri

Kisah Omjay kali ini adalah WAKTU TAK BISA DIBENDUNG, TAK BISA DITAHAN. USIA TERUS BERTAMBAH, TAPI JIWA TETAP BERASA MUDA.
Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana. Blog pribadi Omjay di https://wijayalabs.com/about

Waktu adalah sahabat yang paling jujur. Sahabat kita yang tidak pernah berhenti berjalan, tidak pernah menunggu siapa pun, dan tidak pernah mau kembali. Setiap detik yang berlalu membawa kita pada usia yang semakin bertambah. 

Waktu datang Tak bisa dibendung. Tak bisa ditahan. Rambut mulai memutih, kulit perlahan mengendur, tenaga tak lagi sekuat dulu. Itulah hukum kehidupan yang harus diterima dengan hati lapang.


Namun, ada satu hal yang tidak boleh ikut menua, yaitu semangat untuk terus hidup, belajar, berkarya, dan berbagi. Usia boleh bertambah, tetapi jiwa harus tetap merasa muda. Sebab, muda bukan sekadar angka yang tertulis di kartu identitas. Muda adalah cara berpikir, cara memandang kehidupan, dan keberanian untuk terus mencoba hal-hal baru.

Saya sering bertemu orang yang usianya masih muda, tetapi semangatnya sudah padam. Mereka mudah menyerah, takut gagal, dan enggan belajar. Sebaliknya, saya juga mengenal banyak orang yang rambutnya telah memutih, tetapi langkahnya tetap lincah, pikirannya terbuka, dan semangatnya menginspirasi banyak orang. Mereka membuktikan bahwa usia hanyalah hitungan waktu, sedangkan semangat adalah pilihan.

Dalam perjalanan hidup, saya belajar bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk bertumbuh. Menulis setiap hari membuat pikiran tetap hidup. Membaca memperluas wawasan. Mengajar membuat hati terus menyala. Belajar teknologi baru membuat kita tidak tertinggal oleh zaman. Ketika kita terus berkarya, sesungguhnya kita sedang merawat jiwa agar tetap muda.

Saya percaya bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh rasa syukur. Orang yang bersyukur akan menikmati setiap fase kehidupannya. Masa muda disyukuri sebagai masa belajar. Masa dewasa disyukuri sebagai masa berkarya. Masa tua disyukuri sebagai masa memanen hikmah dan pengalaman untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tidak ada gunanya meratapi usia yang terus bertambah. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap pertambahan usia diiringi pertambahan ilmu, amal, pengalaman, dan manfaat bagi sesama. Sebab, hidup yang panjang akan menjadi indah jika dipenuhi dengan karya dan kebaikan.

Mari kita jalani hidup dengan hati yang gembira. Tetap tersenyum meski ujian datang silih berganti. Tetap bergerak meski langkah mulai melambat. Tetap bermimpi meski usia terus bertambah. Jangan pernah berkata, "Saya sudah terlalu tua untuk belajar." Selama napas masih berembus, selama akal masih bekerja, selama hati masih berdenyut, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2