Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menulis Adalah Paspor Dunia: Skill yang Akan Dibawa Omjay Jika Harus Menjadi Warga Negara Asing

27 Juli 2026   18:46 Diperbarui: 28 Juli 2026   06:52 122 5 3

Saya pernah mengajar siswa secara langsung. Kini saya juga "mengajar" ribuan pembaca melalui tulisan. Bahkan, banyak orang yang belum pernah bertemu dengan saya, tetapi mengenal nama Omjay melalui artikel-artikel yang saya tulis.

Inilah kekuatan sebuah skill.

Jika suatu hari saya tinggal di Jepang, Australia, Kanada, Belanda, atau negara mana pun, kemampuan menulis tetap bisa saya gunakan. Saya bisa menulis pengalaman hidup sebagai guru Indonesia di luar negeri. 

Saya bisa berbagi praktik baik pendidikan Indonesia kepada dunia. Saya bisa menjadi penghubung budaya melalui cerita dan pengalaman nyata.

Menulis tidak mengenal batas geografis.

Begitu pula kemampuan berbicara di depan umum. Selama ini saya sering menjadi narasumber pelatihan, webinar, seminar, dan berbagai kegiatan literasi. Kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas adalah keterampilan yang dibutuhkan di mana saja.

Omjay ketika menjadi narsum/dokpri
Omjay ketika menjadi narsum/dokpri

Kemampuan berikutnya adalah membangun komunitas belajar. Saya percaya bahwa guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga penggerak perubahan. Pengalaman mendampingi guru-guru di berbagai daerah telah mengajarkan bahwa ilmu akan berkembang ketika dibagikan.

Apabila berada di luar negeri, saya ingin membangun komunitas literasi bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di sana. Saya juga ingin memperkenalkan budaya membaca dan menulis kepada masyarakat internasional melalui pengalaman saya sebagai pendidik.

Skill lain yang saya bawa adalah kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

Dunia pendidikan berubah sangat cepat. Dari papan tulis menjadi layar digital. Dari buku cetak menuju buku elektronik. Dari tatap muka menuju pembelajaran daring. Kini, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) ikut mengubah cara manusia belajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5