Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kisah Omjay: Dunia Terbalik Selama Berada di China Tahun 2019

2 Agustus 2026   03:23 Diperbarui: 2 Agustus 2026   15:34 174 6 2

Buku Terbaru Omjay/dokpri
Buku Terbaru Omjay/dokpri

Dunia Terbalik Selama Berada di China. Inilah Kisah Omjay untuk pembaca kompasiana tercinta. Tahun 2019 adalah tahun dimana Omjay berangkat dan belajar di china selama 21 hari. Sebuah perjalanan yang akan sellau dikenang.

"Perjalanan bukan hanya membawa kita ke tempat baru, tetapi juga mengubah cara kita memandang dunia."

Hari-hari pertama berada di China memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda. Hampir setiap aktivitas terasa seperti berada di "dunia yang terbalik". Bukan karena semuanya aneh, melainkan karena begitu banyak kebiasaan yang selama ini dianggap biasa di Indonesia ternyata berbeda ketika dijalani di Negeri Tirai Bambu. Inilah kisah Omjay Pindah negara.

ilustrasi artikel/chatgpt
ilustrasi artikel/chatgpt

Perasaan itu mulai muncul sejak rombongan kami meninggalkan Bandara Nanjing menuju China University of Mining and Technology (CUMT) di Kota Xuzhou. 

Perjalanan darat selama hampir enam jam menjadi kesempatan pertama untuk mengamati kehidupan masyarakat China dari dekat. Di sepanjang jalan, saya terus memperhatikan berbagai hal yang tampak sederhana, tetapi justru meninggalkan kesan mendalam.


Hal pertama yang langsung menarik perhatian adalah posisi pengemudi bus. Jika di Indonesia sopir berada di sebelah kanan dengan kendaraan berjalan di lajur kiri, di China justru sebaliknya. 

Sopir duduk di sebelah kiri dan seluruh kendaraan melaju di sisi kanan jalan. Bagi kami yang baru pertama kali datang, pemandangan ini terasa begitu asing. Seolah-olah dunia benar-benar sedang diputar balik.

Perbedaan lain yang langsung terasa adalah cuaca. Saat itu China masih berada pada musim dingin. Udara di luar sangat menusuk hingga mencapai suhu di bawah nol derajat Celsius. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5