Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Kisah Omjay: Dunia Terbalik Selama Berada di China Tahun 2019

2 Agustus 2026   03:23 Diperbarui: 2 Agustus 2026   15:34 166 6 2

Kebiasaan masyarakat dalam berolahraga pun berbeda. Jika di Indonesia banyak orang memilih berolahraga pada pagi hari, masyarakat Xuzhou justru lebih sering melakukannya menjelang sore atau malam. 

Cuaca musim dingin membuat olahraga pagi bukan pilihan yang nyaman. Saya sendiri sempat merasakan bagaimana dinginnya udara pagi ketika keluar tanpa perlengkapan yang memadai. 

Baru beberapa saat berada di luar, tubuh langsung menggigil hebat. Beruntung, seorang rekan perjalanan, Pak Sarno, meminjamkan sarung tangan kepada saya. Kebaikannya menjadi salah satu kenangan hangat di tengah suhu udara yang sangat dingin.

Semakin lama berada di China, saya semakin menyadari bahwa istilah "dunia terbalik" bukanlah sesuatu yang bernada negatif. Justru berbagai perbedaan itulah yang memperkaya pengalaman dan membuka wawasan. 

Saya belajar bahwa setiap negara memiliki budaya, kebiasaan, dan sistem kehidupan yang dibangun berdasarkan sejarah serta nilai-nilai masyarakatnya masing-masing. 

Tidak semuanya harus ditiru, tetapi banyak hal yang dapat dijadikan inspirasi untuk memperbaiki kehidupan di Indonesia.

Perjalanan selama 21 hari di China akhirnya mengajarkan satu pelajaran penting. Belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Jalan raya, kampus, transportasi umum, tempat makan, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari dapat menjadi ruang belajar yang luar biasa. 

Dari setiap perbedaan, saya belajar untuk lebih menghargai keberagaman. Dari setiap pengalaman, saya menemukan inspirasi baru sebagai seorang guru.

Baca Juga: https://wijayalabs.com/2019/03/04/hari-pertama-belajar-di-negara-china/

Saya pulang ke Indonesia bukan hanya membawa oleh-oleh atau foto perjalanan, melainkan membawa cara pandang yang lebih luas tentang pendidikan, kedisiplinan, teknologi, dan kehidupan. 

Dunia memang terasa terbalik selama berada di China tahun 2019. Namun justru dari "dunia yang terbalik" itulah saya menemukan banyak pelajaran yang dapat diterapkan untuk membangun pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5