Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil OMJAY. Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, Menulis lah di blog Kompasiana Sebelum Tidur. HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Guru yang baik tidak hanya mengajar demi menyelesaikan materi. Ia juga mendidik dengan hati, memberikan teladan, serta membantu murid belajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut sebenarnya berlaku di mana saja, termasuk dalam organisasi internasional seperti ICANN.
Saya percaya pengalaman belajar akan lebih bermakna apabila dibagikan kepada orang lain.
Karena itu, pengalaman mengikuti ICANN87 di Bali tidak ingin saya simpan sebagai kenangan pribadi semata. Saya ingin menuliskannya agar dapat dibaca oleh guru, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat luas.
Sebagai guru Informatika, saya melihat banyak hubungan antara tata kelola Internet dan pembelajaran di sekolah. Siswa perlu mengenal jaringan komputer, Internet, nama domain, keamanan digital, etika berkomunikasi, serta dampak sosial teknologi.
Ketika membahas kecerdasan artifisial atau AI, misalnya, saya selalu mengingatkan bahwa teknologi merupakan alat bantu. Manusia tetap harus berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, menjaga privasi, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.
Begitu pula ketika membahas Internet. Siswa tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan mesin pencari atau membuat akun media sosial. Mereka perlu memahami risiko situs web palsu, pencurian data, penyalahgunaan informasi, dan pentingnya melindungi identitas digital.
Pengalaman di ICANN87 memberi saya tambahan perspektif untuk menjelaskan bahwa Internet bukan ruang tanpa aturan dan tanpa tanggung jawab. Ada tata kelola yang perlu dipahami, ada kepentingan yang harus diseimbangkan, dan ada kerja sama yang dibutuhkan agar Internet tetap bermanfaat bagi masyarakat.
Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi bahan diskusi bersama rekan-rekan guru di Indonesia. Kita dapat membuat pembelajaran yang menghubungkan materi di kelas dengan perkembangan teknologi dunia.
Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar untuk menghadapi ujian, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi warga digital yang cerdas dan bertanggung jawab.
Saya sudah lama percaya bahwa menulis merupakan cara sederhana untuk merawat ingatan.