
JAKARTA -- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses melakukan operasi besar dengan menembus jantung pertahanan jaringan narkoba di Kalimantan Timur. Petugas berhasil meringkus Firnandes alias Nando, yang diidentifikasi sebagai bandar pengendali utama di kawasan Kampung Narkoba, Gang Langgar, Samarinda.
Jaringan Keluarga dan DPO Utama
Penangkapan Nando mengungkap fakta mengejutkan mengenai struktur organisasi yang terorganisir. Berdasarkan data kepolisian, Nando merupakan anak kandung dari Andes alias H. Endi, seorang bandar besar yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Nando juga diketahui berperan sebagai kaki tangan atau bawahan dari bandar besar lainnya, Haji Sudi, yang saat ini juga tengah diburu oleh pihak berwajib (DPO).
Komitmen Sikat Habis Sampai Akar
Operasi ini menjadi sinyal kuat dari Bareskrim Polri bahwa pemberantasan narkoba tidak lagi hanya menyasar kurir atau pemain lapangan kelas teri. Fokus utama saat ini adalah memutus rantai pasokan dengan menangkap para pengendali dan pemasok utama.
"Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada kurir semata. Jaringan, pengendali, hingga aliran dananya harus dibongkar sampai ke akar. Negara tidak boleh kalah dari jaringan yang terorganisir," tegas pihak Bareskrim dalam keterangan terkait pengungkapan tersebut.
Poin Utama Pengungkapan:
* Tersangka Diamankan: Firnandes alias Nando (Pengendali Gang Langgar).
* Target DPO: Andes alias H. Endi dan Haji Sudi.
* Lokasi Operasi: Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur.
* Fokus Penyidikan: Penelusuran aliran dana dan pemutusan jaringan pemasok antarwilayah.
Saat ini, tim khusus Polri terus melakukan pengejaran terhadap para DPO yang identitasnya telah disebarluaskan. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi jika melihat keberadaan para tersangka guna membersihkan wilayah Samarinda dari peredaran barang haram tersebut.
POLRI PRESISI: NEGARA HADIR, NARKOBA MENYINGKIR.
( Dittipidnarkoba Bareskrim Polri )