Guru di Kota Bekasi yang tertarik menulis di Kompasiana. Penulis reflektif, dan pengamat kehidupan sosial sehari-hari. Menulis bagi saya adalah cara merekam jejak, menjaga kenangan, sekaligus mengolah ulang pengalaman menjadi gagasan yang lebih jernih. Saya tumbuh dari kisah pasar tradisional, sawah, dan gunung yang menjadi latar masa kecil di Cisalak-Subang. Kini, keseharian sebagai guru membuat saya dekat dengan cerita murid, dunia pendidikan, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Di Kompasiana, saya banyak menulis tentang: pendidikan yang manusiawi, dinamika sosial budaya, kenangan kecil yang membentuk cara pandang, serta fenomena keseharian seperti kafe, pasar, hujan, dan keluarga. Saya punya prinsip tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk merenung, tersenyum, atau tergerak untuk berubah.
4. Aduk semua dan masukan kedalam cangkang ketupat kira-kira seperempat isi cangkang ketupat (jangan terlalu banyak) karena ketika direbus beras akan mengembang dan memenuhi cangkang ketupat.
5. Rebus ketupat sampai matang.
6. Tiriskan ketupat yang sudah matang, biasanya dengan menggantungnya ditempat terbuka yang terkena angin maksudnya supaya tidak lekas basi. Biasanya ketupat yang bagus bisa bertahan berhari-hari.
Selain lebaran, ketupat juga cocok untuk makanan sehari-hari pengganti nasi yang dimakan bersama makanan yang berkuah seperti: opor, soto, sop, dan makan berjenis sayur lainnya.
Selamat mencoba.