Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah
Hari kelima dimulai dengan apel penutup yang diikuti secara utuh oleh seluruh siswa baru, guru mata pelajaran, serta tenaga kependidikan. Acara dilanjutkan dengan gerakan Senam Anak Indonesia Hebat bersama yang membangun semangat kebersamaan seluruh warga sekolah.
Puncaknya, Ibu Kepala Sekolah berdiri di hadapan seluruh peserta untuk menutup secara resmi rangkaian MPLS 2026. Beliau sekaligus menyambut siswa baru secara resmi sebagai murid jurusan Perhotelan dan Tata Busana, mengajak mereka berdinamika, berkreasi, dan menempa diri bersama hingga kelak menjadi tenaga profesional yang membawa nama baik sekolah, keluarga, dan bangsa.
Setelah penutupan resmi, dilaksanakan perkenalan satu per satu guru mata pelajaran kepada murid baru, sehingga setiap siswa mengenal sosok pendamping mereka selama menempuh pendidikan di sini. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana hangat dan penuh harapan.
MPLS Hari Keempat di SMK KESEHATAN BINATAMA - Video: SMK Binatama
SMK Kesehatan Binatama menjalankan MPLS dengan prinsip "Ilmu yang disertai kasih adalah pelayanan yang sempurna". Tujuannya menanamkan kesadaran bahwa profesi kesehatan adalah panggilan mulia yang memadai ketelitian dan kelembutan hati.
Hari pertama diawali dengan refleksi mendalam tentang makna menjaga nyawa dan kesehatan, disertai pengenalan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium anatomi dan ruang praktik perawatan hingga apotek simulasi.
Hari kedua dan ketiga diisi pendalaman kode etik profesi, mencakup pentingnya kerahasiaan pasien, sikap ramah tanpa membeda-bedakan latar belakang, ketelitian tinggi, serta kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Nilai ini kemudian dipraktikkan lewat latihan sapaan santun dan cara menyampaikan pesan dengan lembut.
Pada hari keempat, siswa diperkenalkan pada dasar pertolongan pertama dan simulasi sederhana merawat orang sakit dengan penuh empati. Mereka juga berdiskusi bahwa menjaga kesehatan diri sendiri adalah syarat mutlak agar mampu melayani orang lain dengan maksimal.
Hari kelima ditutup dengan ikrar "Janji Pemula Pelayan Kesehatan", kunjungan sederhana ke pos kesehatan lingkungan sekitar, dan pesan penutup bahwa ketajaman ilmu tidak akan berguna jika tidak didukung oleh hati yang peka dan tulus mengasihi.

Secara pedagogis, MPLS berperan sebagai fondasi strategis yang menjembatani kesenjangan antarjenjang pendidikan. Ia memberikan gambaran jelas tentang tujuan belajar, metode yang diterapkan, serta harapan yang ingin dicapai bersama, sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang mengutamakan kesiapan siswa untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab.