Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Editor

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pintu Gerbang Menuju Pertumbuhan: Catatan Penutup MPLS 2026

17 Juli 2026   14:26 Diperbarui: 17 Juli 2026   14:26 202 18 0

Pintu Gerbang Menuju Pertumbuhan: Catatan Penutup MPLS 2026

Jumat, 17 Juli 2026 menjadi penutup perjalanan lima hari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMP Kanisius Gayam, SMA Gama Depok Yogyakarta, SMK Karya Rini, dan SMK Kesehatan Binatama. Bukan sekadar seremonial penyambutan, momen ini menjadi fondasi yang menyatukan harapan, nilai, dan arah bagi ribuan siswa baru yang melangkah menuju babak baru kehidupan.

(foto bersama guru dan murid SMK Karya Rini, foto: Bu Rohmah)
(foto bersama guru dan murid SMK Karya Rini, foto: Bu Rohmah)

Catatan Pinggir: Jejak Kegiatan dan Jiwa Setiap Sekolah

Di SMP Kanisius Gayam, MPLS dijalankan sebagai ruang penghayatan nilai inti sekolah yaitu kasih, kebenaran, keadilan, keutuhan, dan pelayanan. Nilai-nilai ini tidak sekadar disampaikan lewat ceramah, melainkan dihidupkan dalam setiap langkah kegiatan.

Hari pertama dibuka dengan perayaan sederhana dan pesan landasan tentang makna pendidikan menurut Santo Petrus Kanisius, yaitu menuntun anak menjadi pribadi yang cerdas akalnya, luhur budinya, dan peka hatinya. Siswa pun diajak mengenal lambang serta makna identitas sekolah, lalu menyusun pohon harapan yang menggambarkan cita-cita mereka selaras dengan semangat kasih yang dijunjung tinggi.

Hari kedua dan ketiga diisi eksplorasi lingkungan sekolah yang disertai diskusi mendalam tentang kejujuran sebagai cermin kebenaran. Ada juga kegiatan kerja kelompok yang melatih keadilan dengan saling membantu tanpa membeda-bedakan teman. Mereka juga diajak memahami bahwa tata tertib bukanlah beban, melainkan cara menjaga keutuhan dan kenyamanan bersama dalam satu komunitas.

Memasuki hari keempat, siswa mengikuti sesi "Belajar Melayani" melalui kegiatan bakti sederhana di lingkungan sekolah. Mereka juga berdialog langsung dengan guru tentang bagaimana menjadi pelayan yang rendah hati dan bertanggung jawab atas kebaikan sesama.

Hari kelima ditutup dengan khidmat melalui ikrar komitmen bersama, penandatanganan janji untuk hidup sesuai nilai Kanisius, dan penyerahan lencana persaudaraan. Kegiatan ini mengukuhkan pesan bahwa menjadi siswa di sini berarti menjadi terang dan garam bagi lingkungan sekitar.

MPLS Hari Keempat SMP Kanisius Gayam. Video dari SMP Kanisius Gayam

SMA Gama Depok Yogyakarta menjalankan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan tujuan memandu siswa memahami wawasan wiyata mandala, menumbuhkan karakter, mengenal kurikulum serta fasilitas, hingga beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Selama lima hari, kegiatan disusun rapi di aula sekolah hingga berakhir di ruang terbuka yang menyegarkan.

Hari Senin, 13 Juli 2026 dibuka dengan senam bersama, menyanyikan lagu kebangsaan dan mars sekolah, serta doa pembukaan. Acara dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah Vivit Pramita Marta Lova, S.S. dan Ketua Yayasan Diasma Sandi Swandaru, S.Sos., M.H., sebelum masuk pada materi empat pilar kebangsaan serta wawasan wiyata mandala. Siswa juga diperkenalkan pada profil sekolah, fasilitas, gerakan tujuh kebiasaan anak hebat, serta kebijakan bermedia sosial yang bijak.

Hari Selasa, 14 Juli 2026 mengawali dengan budaya senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Setelah itu dipaparkan visi misi serta sistem kurikulum yang diterapkan, diikuti materi pola hidup bersih dan sehat dari pihak Puskesmas Depok III.

Siswa diajak menggali potensi bakat minat serta pilihan ekstrakurikuler, mengisi pohon harapan bersama, dan menutup hari dengan sesi kesehatan mental yang menanamkan sikap peduli dan menghargai sesama.

Hari Rabu, 15 Juli 2026 berfokus pada penumbuhan motivasi dan cara belajar yang efektif. Siswa juga mendapatkan pemahaman penting tentang pencegahan kekerasan, judi online, pornografi, bahaya narkotika, serta etika berlalu lintas. Materi kesiapan menghadapi bencana juga disampaikan, diselingi penampilan seni tari dari OSIS dan pengenalan hidup bermasyarakat.

Hari Kamis, 16 Juli 2026 memperdalam delapan dimensi profil lulusan yang diharapkan. Siswa juga diajak mengenal budaya Yogyakarta serta pendidikan khas kejogjaan, memahami fenomena sosial di kalangan remaja, dan merenungkan hubungan harmonis antara diri sendiri, orang lain, serta lingkungan. Penampilan musik dari OSIS menambah kehangatan sebelum pengumuman perlengkapan untuk hari terakhir.

Puncak dan penutup seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan diawali di lapangan basket sekolah dengan senam bersama dan doa, sebelum seluruh siswa berangkat melaksanakan jalan sehat menuju Lembah UGM.

Perjalanan yang menyegarkan ini menjadi momen mempererat kebersamaan di tengah alam terbuka. Sesampainya di lokasi, acara diisi pembagian hadiah serta berbagi pesan dan kesan, sebelum ditutup secara resmi sebagai tanda dimulainya perjalanan belajar selanjutnya di SMA Gama.


SMK Karya Rini merancang MPLS dengan semangat "Terampil, Beretika, Mandiri, dan Bermanfaat". Tujuannya agar siswa langsung merasakan suasana dunia kerja yang nyata sejak langkah awal.

Hari pertama dimulai dengan apel pagi gabungan yang diikuti seluruh peserta didik baru, guru, dan tenaga kependidikan. Dilanjutkan dengan gerakan Senam Anak Indonesia Hebat yang menghangatkan tubuh sekaligus menanam semangat kebangsaan, kesehatan, dan prestasi.

Setelah itu disampaikan visi serta misi sekolah, diikuti perkenalan mendalam mengenai jurusan Perhotelan dan Tata Busana, sebelum siswa diajak menyusuri ruang praktik lengkap mulai dari ruang penataan kamar dan layanan tamu hingga ruang desain serta ruang jahit.

Pada hari kedua dan ketiga, materi berfokus pada budaya kerja, kedisiplinan, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang sangat krusial di lingkungan praktik. Diselingi percobaan sederhana seperti melipat serbet dengan berbagai gaya, merancang pola busana dasar, dan berlatih sapaan tamu yang ramah sekaligus profesional. Ada penekanan khusus bahwa keterampilan terbaik pun harus disertai tanggung jawab, kerapian, dan etika pelayanan yang tulus.

Hari keempat diisi dengan berbagi pengalaman dari alumni yang telah sukses bekerja maupun berwirausaha, serta simulasi kerja sama tim dalam menyelesaikan tugas kelompok.

Hari kelima dimulai dengan apel penutup yang diikuti secara utuh oleh seluruh siswa baru, guru mata pelajaran, serta tenaga kependidikan. Acara dilanjutkan dengan gerakan Senam Anak Indonesia Hebat bersama yang membangun semangat kebersamaan seluruh warga sekolah.

Puncaknya, Ibu Kepala Sekolah berdiri di hadapan seluruh peserta untuk menutup secara resmi rangkaian MPLS 2026. Beliau sekaligus menyambut siswa baru secara resmi sebagai murid jurusan Perhotelan dan Tata Busana, mengajak mereka berdinamika, berkreasi, dan menempa diri bersama hingga kelak menjadi tenaga profesional yang membawa nama baik sekolah, keluarga, dan bangsa.

Setelah penutupan resmi, dilaksanakan perkenalan satu per satu guru mata pelajaran kepada murid baru, sehingga setiap siswa mengenal sosok pendamping mereka selama menempuh pendidikan di sini. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana hangat dan penuh harapan.

MPLS Hari Keempat di SMK KESEHATAN BINATAMA - Video: SMK Binatama

SMK Kesehatan Binatama menjalankan MPLS dengan prinsip "Ilmu yang disertai kasih adalah pelayanan yang sempurna". Tujuannya menanamkan kesadaran bahwa profesi kesehatan adalah panggilan mulia yang memadai ketelitian dan kelembutan hati.

Hari pertama diawali dengan refleksi mendalam tentang makna menjaga nyawa dan kesehatan, disertai pengenalan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium anatomi dan ruang praktik perawatan hingga apotek simulasi.

Hari kedua dan ketiga diisi pendalaman kode etik profesi, mencakup pentingnya kerahasiaan pasien, sikap ramah tanpa membeda-bedakan latar belakang, ketelitian tinggi, serta kepekaan terhadap penderitaan orang lain. Nilai ini kemudian dipraktikkan lewat latihan sapaan santun dan cara menyampaikan pesan dengan lembut.

Pada hari keempat, siswa diperkenalkan pada dasar pertolongan pertama dan simulasi sederhana merawat orang sakit dengan penuh empati. Mereka juga berdiskusi bahwa menjaga kesehatan diri sendiri adalah syarat mutlak agar mampu melayani orang lain dengan maksimal.

Hari kelima ditutup dengan ikrar "Janji Pemula Pelayan Kesehatan", kunjungan sederhana ke pos kesehatan lingkungan sekitar, dan pesan penutup bahwa ketajaman ilmu tidak akan berguna jika tidak didukung oleh hati yang peka dan tulus mengasihi.

(para murid SMK Karya Rini, dokpri)
(para murid SMK Karya Rini, dokpri)

Makna Mendasar MPLS: Sudut Pandang Komprehensif

Secara pedagogis, MPLS berperan sebagai fondasi strategis yang menjembatani kesenjangan antarjenjang pendidikan. Ia memberikan gambaran jelas tentang tujuan belajar, metode yang diterapkan, serta harapan yang ingin dicapai bersama, sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang mengutamakan kesiapan siswa untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab.

Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, pakar filsafat dan pendidikan, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mencetak orang pintar melainkan memanusiakan manusia. Karena itu, MPLS adalah momen emas untuk menanamkan benih cara berpikir kritis, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab belajar sejak langkah pertama.

Ditinjau dari sisi psikologis, langkah memasuki lingkungan baru seringkali memicu kecemasan, ketakutan, dan keraguan diri. Karena itu, MPLS yang ramah dan mendukung menjadi kunci untuk membangun rasa aman, rasa memiliki, dan kepercayaan diri yang kokoh. Ketika hati siswa merasa tenang dan diterima sepenuhnya, potensi kecerdasan yang dimilikinya pun akan tumbuh subur tanpa hambatan rasa takut.

Prof. Dr. Siti Zainab, ahli psikologi perkembangan anak, menjelaskan bahwa pengalaman awal di sekolah akan membentuk pola pikir anak selama bertahun-tahun. MPLS yang positif mampu membangun ketahanan mental, kemampuan bersosialisasi, dan semangat belajar yang berkelanjutan.

Dr. Haryanto, pakar psikologi pendidikan, menambahkan data bahwa anak yang merasa diterima dan didukung di awal masa sekolah memiliki motivasi belajar hingga tiga puluh tujuh persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memulai dengan rasa takut atau cemas berlebih.

Secara sosiokultural, setiap sekolah memiliki identitas dan budaya khas yang perlu diwariskan. MPLS menjadi ruang paling tepat untuk melakukannya secara alami tanpa paksaan. Di sini siswa belajar menghormati perbedaan, mematuhi norma yang disepakati bersama, dan tumbuh sebagai bagian dari komunitas yang saling menguatkan, sesuai cita-cita Profil Pelajar Pancasila.

Romo Agustinus Sarwono, SJ, pakar pendidikan karakter Katolik, menegaskan makna pendekatan berbasis nilai seperti yang dijalankan di SMP Kanisius Gayam. Menurut beliau, tugas pendidik bukan hanya mengajar melainkan menuntun hati, hadir untuk melayani pertumbuhan setiap anak dengan kasih tulus agar mereka memahami kebersamaan dan pelayanan sebagai bagian dari identitas dirinya.

Abdullah Ubaid Matraji, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, mengingatkan bahwa budaya sekolah tidak terbentuk lewat aturan tertulis semata, melainkan dirasakan lewat interaksi sehari-hari. MPLS adalah waktu terbaik untuk menanamkan budaya inklusif dan saling menghargai tanpa sekat apapun.

Seluruh rangkaian kegiatan ini pun berjalan sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mengutamakan pembelajaran mendalam serta pembelajaran berkeadilan.

Pembelajaran mendalam diwujudkan lewat kegiatan yang tidak sekadar memindahkan informasi, melainkan mengajak siswa memahami makna di balik apa yang dipelajari, menghubungkannya dengan pengalaman nyata, dan merasakan relevansinya bagi kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pembelajaran berkeadilan tercermin dari upaya memastikan setiap siswa mendapatkan perlakuan setara, dihargai apa adanya, dan didukung sesuai kebutuhan pribadinya. Tidak ada satu pun yang tertinggal di belakang.

Tatang Muttaqin, Dirjen Pendidikan Menengah dan Khusus Kemendikdasmen, menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka menuntut kita melihat setiap murid sebagai individu yang unik. MPLS adalah langkah awal untuk memahami keunikan mereka demi mewujudkan pembelajaran yang benar-benar bermakna bagi semua.

Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menegaskan kembali bahwa MPLS bukan ajang pengujian mental yang menakutkan, melainkan gerbang penyambutan yang memuliakan martabat setiap murid agar mereka merasa berharga dan berhak berkembang sesuai potensi terbaiknya.

MPLS Hari Keempat di SMA GAMA Depok - Video dari OSIS GAMA

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan

Ketika matahari terbenam di hari kelima ini, bukan berarti perjalanan telah usai. Justru saat itulah perjalanan panjang menuju kedewasaan dan masa depan cerah baru saja dimulai.

Bagi SMP Kanisius Gayam, SMA Gama, SMK Karya Rini, dan SMK Kesehatan Binatama, MPLS 2026 telah membuktikan bahwa pendidikan yang sejati lahir dari niat tulus untuk melayani, membimbing, dan memuliakan setiap anak bangsa.

Semoga seluruh murid yang telah mengikuti rangkaian kegiatan ini dapat menjalani masa sekolahnya dengan sebaik-baiknya selama tiga tahun ke depan, tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berilmu, dan bermanfaat bagi sesama serta nusa dan bangsa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5