Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Jumat, 24 Juli 2026 menjadi hari yang tak sekadar mencatat waktu bagi keluarga besar SMK Kesehatan Binatama. Di tengah riuhnya jadwal pembelajaran, praktik laboratorium, dan persiapan kompetensi, segenap guru dan karyawan berkumpul bukan untuk mengejar target administrasi, melainkan untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengisi kembali kekuatan jiwa. Sebuah tradisi rutin sebulan sekali, Khataman Al-Qur'an, menjadi awal yang indah, mengingatkan kita bahwa di balik segala kesibukan, ketenangan rohani adalah fondasi yang tak boleh runtuh.
Para guru SMK KESEHATAN BINATAMA melakukan Khtaman Al-Quran rutin sekali dalam sebulan, mengisi kekuatan rohani - video oleh SMK Kesehatan Binatama
Setelah suasana penuh berkah itu usai, rangkaian kegiatan berlanjut dengan semangat baru: peningkatan kapasitas diri yang menyatukan nilai luhur dengan kinerja nyata. Hadir di tengah kami, Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan DIY, membawa pesan yang telah beliau sebarkan ke berbagai penjuru negeri: tentang Growth Mindset dan Excellent Service sebagai napas kehidupan pendidikan kejuruan, khususnya di bidang kesehatan.
Ibu Wiwik mengajak kita menyadari perbedaan mendasar yang sering tak sadar kita pelihara. Ada pola pikir yang menganggap kemampuan sudah tertulis, takut salah, menghindari tantangan, dan memandang kritik sebagai serangan. Itulah Fixed Mindset yang perlahan mengurung kita dalam rutinitas.
Namun, ada jalan lain: Growth Mindset yang meyakini setiap ilmu dan sifat senantiasa bisa diasah. Kegagalan bukan akhir, melainkan bab belajar; tantangan adalah pintu kemajuan; masukan adalah jembatan untuk menjadi lebih baik. Kita diajak keluar dari "zona nyaman yang tak berarti" menuju ruang penuh kemungkinan, berani berinovasi demi siswa yang kita bimbing.
Pola pikir berkembang itu harus mewujud menjadi pelayanan nyata. Dan pelayanan itu bukan sekadar aturan, melainkan cermin jiwa yang kita tanam dalam setiap langkah. Kita mulai dengan sikap yang ramah, tulus, dan penuh empati kepada siapa pun yang kita temui, karena sikap yang baik adalah surat pengantar kepercayaan yang tak ternilai harganya.

Kita memberikan perhatian utuh, benar-benar mendengar dan memahami apa yang dibutuhkan, agar setiap orang merasa dihargai dan hadir sepenuhnya dalam setiap interaksi. Kita pun bergerak cepat dan tepat serta mencari solusi, bukan sekadar memberi alasan, karena pelayanan prima diukur dari hasil yang diberikan, bukan janji yang diucapkan.
Namun, semata-mata niat baik belum cukup. Kita harus menjaga kompetensi diri tetap tinggi, layaknya tenaga profesional yang kita persiapkan untuk dunia medis, agar ilmu dan keterampilan yang kita miliki senantiasa layak menjadi teladan. Dan di atas segalanya, kita memegang teguh tanggung jawab dan integritas tanpa tawar-menawar, sebagai bukti bahwa amanah yang dipercayakan kepada kita dijaga dengan sepenuh hati.
Bagi guru dan karyawan SMK Kesehatan, peningkatan kapasitas dengan cara ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah kebutuhan agar kita tak hanya mengajar keterampilan, tapi menghidupkan nilai yang kelak akan ditiru siswa saat mereka mengabdi pada nyawa orang lain.
Di tengah keseriusan materi, suasana dihidupkan sejenak dengan permainan sederhana namun penuh makna: membentuk lingkaran untuk merenungi delapan aspek tumpuan hidup kita. Keluarga adalah sumber kasih sayang dan tempat pulang yang mengisi energi kita, tempat kita kembali menemukan kekuatan setelah lelah bekerja. Pimpinan, Yayasan, dan Pemerintah hadir membimbing, mendukung, dan mengarahkan langkah kita, memastikan upaya kita selaras dengan tujuan bersama. Guru dan karyawan adalah kita sendiri, pelaku utama perubahan dan wajah sekolah, sehingga kesadaran untuk berperilaku baik menjadi cermin bagi lingkungan.
Dunia industri menjadi mitra yang memberi gambaran nyata kebutuhan masa depan, menjembatani pembelajaran dengan kenyataan kerja. Siswa adalah alasan utama kita hadir, benih yang harus kita rawat sebaik-baiknya karena merekalah penerus pelayanan. Keuangan dan kesejahteraan menjadi penunjang agar kita bekerja tenang dan layak, fokus sepenuhnya pada pengabdian.
Masyarakat dan orang tua siswa adalah pemegang amanah yang dipercayakan kepada mereka, sehingga kepercayaan ini wajib dijaga besar-besaran. Karier dan kompetensi adalah perjalanan diri yang terus ditingkatkan sepanjang hayat, karena kemampuan berkembang adalah kunci pelayanan terbaik.

Semua ini saling mengisi; jika satu terabaikan, keseimbangan terganggu, namun jika selaras, kita mampu menjalankan tugas dengan utuh, damai, dan bermakna.
Peningkatan kompetensi yang kita jalani memiliki makna yang lebih dalam, terutama saat dunia merayakan Hari Anak Sedunia: kita berbenah bukan untuk diri sendiri, melainkan agar semakin siap mendampingi anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang utuh, berharga, dan siap melangkah ke mana pun mereka ditakdirkan.
Langkah ini juga merupakan wujud untuk menjawab tantangan besar yang disampaikan Presiden: mempersiapkan generasi yang tangguh dalam menghadapi kemungkinan perpindahan warga ke negara lain maupun pergeseran tatanan dunia kerja yang semakin luas.
Bagi SMK Kesehatan Binatama, kesiapan ini bukan sekadar teori, sekolah telah menjalin kerja sama penempatan kerja bagi lulusan hingga ke luar negeri. Di sinilah peran guru yang berkompeten menjadi penyangga paling kokoh: semakin matang kemampuan dan karakter yang kita tanam, semakin dalam pula rasa cinta tanah air yang tertanam di dada mereka.
Ke mana pun mereka bekerja, seberapa jauh mereka pergi merawat nyawa orang lain di belahan dunia mana pun, mereka akan tetap membawa nama baik bangsa dan mencintai Indonesia sebagai rumah sejatinya. Ilmu yang kita berikan adalah sayap untuk terbang tinggi, namun nilai-nilai luhur yang kita wariskan adalah akar yang tak akan pernah putus dari tanah air.
Perjalanan Ibu Wiwiek keliling Indonesia menyebarkan gagasan ini adalah bukti nyata ajarannya: semangat pantang menyerah demi mutu pendidikan. Khataman Al-Qur’an dan ilmu yang diperoleh siang harinya melengkapi makna tugas kita. Kekuatan rohani, pola pikir maju, dan pelayanan unggul adalah bekal paling lengkap.
Bagi kita di SMK Kesehatan Binatama, ini bukan sekadar acara selesai, ia adalah titik balik: lebih tenang menghadapi tekanan, lebih terbuka menerima perubahan, lebih tulus melayani. Karena pada akhirnya, kita tak hanya mencetak lulusan cakap teknis, tapi membentuk tenaga kesehatan yang beriman, berilmu, berhati mulia, dan selalu membawa cinta tanah air ke mana pun kaki melangkah.