Video Pilihan

Fragmen Wayang Wong Lakon Arjuna Wiwaha

13 Juni 2024   20:03 Diperbarui: 14 Juni 2024   10:28 927 9 4


Dalam masa pembuangan setelah Pandawa kalah judi dari Kurawa karena akal licik Sengkuni, lalu Arjuna bertapa di Gunung Indrakila untuk mencari ketenangan dan kekuatan melawan Kurawa.

Betara Indra dengan tujuh bidadari: Supraba, Tilotama, Warsiki, Surendra, Gagarmayang, Tunjung Biru, dan Lelet mulat. | Dokpri 
Betara Indra dengan tujuh bidadari: Supraba, Tilotama, Warsiki, Surendra, Gagarmayang, Tunjung Biru, dan Lelet mulat. | Dokpri 

Pada saat yang sama, kahyangan Jonggring Saloka sedang kalut karena diobrak-abrik oleh Niwatakawaca seorang raja di Manimantaka yang merupakan bangsa gandarwa (Jawa: gendruwo) atau bangsa makhluk halus.

Niwatakawaca akan berhenti merusak kedamaian Jonggring Saloka jika ia bisa mengawini Supraba salah satu dari tujuh bidadari di kahyangan Jonggring Saloka. Mereka adalah Supraba, Tilotama, Warsiki, Surendra, Gagarmayang, Tunjung Biru, dan Lelet Mulat.

Niwatakawaca raja bangsa gendruwo atau makhluk halus yang suka menghantui. | Dokumen pribadi 
Niwatakawaca raja bangsa gendruwo atau makhluk halus yang suka menghantui. | Dokumen pribadi 

Betara Indra, salah satu dewa di kahyangan Jonggring Saloka lalu meminta bantuan Arjuna yang sedang bertapa. Untuk mengetahui keteguhan Arjuna dalam laku tapa maka diutuslah Supraba untuk membangunkan Arjuna. Ternyata Supraba dan bidadari lainnya tidak berhasil menggoda Arjuna. 

Betara Indra pun percaya pada keteguhan Arjuna dan memberinya pusaka Pasopati dan diminta mengalahkan Niwatakawaca.

Arjuna menerima Pasopati dari Betara Indra.  | Dokpri 
Arjuna menerima Pasopati dari Betara Indra.  | Dokpri 

Niwatakawaca yang dibantu para sekutunya berhasil mengalahkan para ksatria dan dewa di Jonggring Saloka.

Supraba yang harus menerima kenyataan pahit menikah dengan Niwatakawaca meminta syarat pada Niwatakawaca agar mengalahkan Arjuna. 

Niwatakawaca menyanggupi dan terjadilah pertempuran antara Arjuna dan Niwatakawaca sehingga Arjuna tersungkur.

Ontran-ontran di Jonggring Saloka| Dokumen pribadi 
Ontran-ontran di Jonggring Saloka| Dokumen pribadi 

Ini adalah sebuah siasat Arjuna dan Supraba. 

Niwatakawaca pun merasa senang dan atas rayuan Supraba, Niwatakawaca mengatakan bahwa kelemahannya ada di tenggorokannya.

Arjuna yang pura-pura tersungkur lalu bangkit dan membunuh Niwatakawaca dengan menusuk tenggorokannya. Matilah Niwatakawaca.

Baca juga: https://www.kompasiana.com/aremangadas/64951be108a8b51d514ba425/panjangnya-tenggorokan



Niwatakawaca ditusuk tenggorokannya oleh Arjuno. | Dokumen pribadi 
Niwatakawaca ditusuk tenggorokannya oleh Arjuno. | Dokumen pribadi 

Supraba dan Arjuna pun menghadap para dewa yang merasa senang karena Jonggring Saloka kembali tenang dan damai.

0 0 o

Inti dari kisah: jangan terlalu mengumbar perkataan dan pernyataan yang membuat perselisihan dan perpecahan seperti pada masa Kahuripan saat kisah Arjuna Wiwaha ditulis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2