Di usia yang masih muda, sering kali kita merasa waktu masih panjang. Kita menunda hijrah. Menunda memperbaiki diri. Menunda niat baik. Kita sibuk mengejar dunia---IPK, karier, validasi media sosial, pencapaian yang bisa dipamerkan.
Tapi pernah nggak sih, kita berhenti sejenak dan bertanya: kalau Allah panggil sekarang, apa yang sudah benar-benar kita siapkan?
Pertanyaan itu seperti tamparan lembut untuk saya.
Saya sadar, selama ini ibadah saya sering kali sekadar menggugurkan kewajiban. Salat tepat waktu, iya. Puasa, iya. Tapi hati? Kadang kosong. Kadang tergesa. Kadang sekadar checklist.
Padahal ibadah bukan soal seberapa cepat selesai. Tapi seberapa dalam kita hadir.
Resolusi ibadah 2026 bagi saya bukan tentang terlihat religius. Tapi tentang pulang. Tentang kembali kepada Allah dengan hati yang lebih jujur.
Dan umroh... terasa seperti panggilan untuk benar-benar pulang.
Mimpi yang Pernah Saya Remehkan
Dulu saya berpikir, umroh itu untuk orang yang sudah mapan. Untuk orang tua. Untuk mereka yang tabungannya sudah banyak. Untuk yang hidupnya sudah "selesai".
Saya? Masih mahasiswa. Masih merintis karier. Masih belajar menata hidup.
Tapi bukankah Allah yang memanggil?