Best in Citizen Journalism dan People’s Choice Kompasiana Awards 2024. Nulis tentang keseharian.
Itu pertanyaan sulit. Saya tidak bisa menjawabnya, berhubung tidak melaksanakan saran-saran praktis di atas.
Lah, gimana sih ente ...? Ngasih tips, tapi tidak menjalankannnya. Mungkin demikian bunyi gugatan para pembaca.
Saat ini saya terbiasa berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Bukan karena gaya-gayaan ikut tren hemat BBM.
Sudah lama sekali saya tidak mengendarai kendaraan bermotor. Naik sepeda pancal pun tak. Satu kondisi mengantar kepada kebiasaan berjalan kaki dan naik kendaraan umum.
Jadi saya tidak dapat membandingkan, berapa jumlah liter dan rupiah yang bisa dihemat. Sori, ye!
Paling yang bisa saya sampaikan adalah sebuah video, tentang kesibukan atau hilir mudik kendaraan bermotor di jalan dekat rumah. Saat malam pun, lalu lintas di sekitar Taman Air Mancur Kota Bogor masih ramai, bahkan macet di beberapa titik.

Sepertinya, mereka tidak tersentuh dengan isu kelangkaaan BBM. Mungkin mereka punya kepentingan masing-masing, sehingga sangat perlu menggunakan kendaraan bermotor:
Demikian seluk-beluk di sekitar hematenergi (terutama hemat BBM). Apa pun keperluannya, upayakan hemat BBM. Gencatan senjata AS Iran tidak lantas memastikan ketersediaan BBM menjadi lebih lancar.