Budi Susilo
Budi Susilo Lainnya

Best in Citizen Journalism dan People’s Choice Kompasiana Awards 2024. Nulis tentang keseharian.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Gencatan Senjata Tak Berarti Tidak Hemat BBM

10 April 2026   06:08 Diperbarui: 10 April 2026   06:08 175 24 14

Itu pertanyaan sulit. Saya tidak bisa menjawabnya, berhubung tidak melaksanakan saran-saran praktis di atas.

Lah, gimana sih ente ...? Ngasih tips, tapi tidak menjalankannnya. Mungkin demikian bunyi gugatan para pembaca.

Saat ini saya terbiasa berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum. Bukan karena gaya-gayaan ikut tren hemat BBM.

Sudah lama sekali saya tidak mengendarai kendaraan bermotor. Naik sepeda pancal pun tak. Satu kondisi mengantar kepada kebiasaan berjalan kaki dan naik kendaraan umum.

Jadi saya tidak dapat membandingkan, berapa jumlah liter dan rupiah yang bisa dihemat. Sori, ye!

Paling yang bisa saya sampaikan adalah sebuah video, tentang kesibukan atau hilir mudik kendaraan bermotor di jalan dekat rumah. Saat malam pun, lalu lintas di sekitar Taman Air Mancur Kota Bogor masih ramai, bahkan macet di beberapa titik.

Suasana lalu lintas malam di Taman Air Mancur (dokumen pribadi)
Suasana lalu lintas malam di Taman Air Mancur (dokumen pribadi)

Sepertinya, mereka tidak tersentuh dengan isu kelangkaaan BBM. Mungkin mereka punya kepentingan masing-masing, sehingga sangat perlu menggunakan kendaraan bermotor:

  • Terbirit-birit berangkat ke kantor, pasar, tempat pertemuan, dan sebagainya.
  • Mengantar anak sekolah. Atau memang anak sekolah itu sendiri berangkat dengan mengendari sepeda motor.
  • Hendak melakukan perjalanan jauh.
  • Akan menemui kerabat, sahabat, atau pejabat.
  • Membawa barang.
  • Mau makan malam di luar bersama sahabat atau kerabat
  • Dan banyak lagi keperluan yang tidak bisa ditebak.

Demikian seluk-beluk di sekitar hematenergi (terutama hemat BBM). Apa pun keperluannya, upayakan hemat BBM. Gencatan senjata AS Iran tidak lantas memastikan ketersediaan BBM menjadi lebih lancar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2