Best in Citizen Journalism dan People’s Choice Kompasiana Awards 2024. Nulis tentang keseharian.
Abah Untung (58) penjual laksa menanyakan tentang usia, asal usul, dan tujuan perjalanan.
Pria 71 tahun itu berasal dari Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Sebuah Kawasan pesisir yang menghadap Laut Selatan. Di Kota Bogor ia bermalam di rumah temannya. Pagi itu hendak menemui temannya di satu tempat di arah timur.

Salah! Lansia itu berjalan menuju utara!
Jika diteruskan bakal salah arah dan tersesat tidak karuan. Untung ada Abah Untung yang bertanya dalam Bahasa Sunda, sehingga keadaan serius segera dipahami.
Penjual laksa kemudian memerintahkan pegawainya untuk mengantar lansia tersesat, memboncengnya dengan sepeda motor ke tempat angkot yang akan melewati daerah dituju.
Sebelum ia pergi, saya menyerahkan nasi bakar yang tadi dibeli untuk nanti makan siang.
***
Begitulah. Berjalan tak jauh dari rumah, saya menjumpai para lansia yang beraktivitas di sekitar trotoar. Dengan sisa-sia tenaganya mereka mencari uang receh demi meneruskan hidup.
Mereka tidak memiliki keleluasaan finansial. Tidak punya aset penghasil pendapatan pasif, semisal pensiun atau deposito.
Pun tidak ada anak cucu yang cukup menopang hidup mereka di masa tua. Bahkan, sebagian tesingkirkan dari keluarga dengan berbagai alasan, lalu menumpang berteduh di tempat kenalannya atau di warung yang dikelola temannya.