Nur Terbit
Nur Terbit Jurnalis

Penulis buku Wartawan Bangkotan (YPTD), Lika-Liku Kisah Wartawan (PWI Pusat), Mati Ketawa Ala Netizen (YPTD), Editor Harian Terbit, Owner www.nurterbit.com, Medsos: X @Nurterbit, @IniWisataKulin1, FB - IG: @Nur Terbit, @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: nurdaeng@gmail.com, aliemhalvaima@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ogoh-ogoh dan Upacara Melasti di Bali

15 Maret 2024   11:24 Diperbarui: 15 Maret 2024   16:04 272 5 0



Bang Nur berbaur dengan warga Bali pulang dari upacara Melasti (foto dok Nur Terbit) 
Bang Nur berbaur dengan warga Bali pulang dari upacara Melasti (foto dok Nur Terbit) 

MELIHAT OGOH-OGOH DAN UPACARA MELASTI DI BALI

Kenangan tahun 2023 lalu ketika ada tugas dari Jakarta ke Makassar lanjut ke Bali, sempat menonton proses pembuatan "Ogoh-ogoh" di pelosok. daerah sebelum diarak malam hari. 

Kini, setahun kemudian (2024), saudara kita umat Hindu di Bali kembali merayakan Hari Raya Nyepi. Termasuk upacara Melasti" dan arak-arakan Ogoh-ogoh yang menarik perhatian wisatawan  mancanegara. Di antaranya saya sendiri, Bang Nur, sebagai turis lokal hehehe.... Sayangnya saya sudah kembali ke Jakarta sehingga tidak sempat lagi menyaksikannya dari dekat. 

Ogoh-ogoh adalah patung yang mewakili hal-hal negatif, sifat buruk, dan kejahatan yang ada di dalam dalam kehidupan manusia.

Dari literatur yang Bang Nur pernah baca, patung Ogoh-ogoh ini sering kali menggambarkan sosok besar dan menakutkan, dalam wujud Raksasa atau makhluk mitologi lainnya, seperti naga, gajah, atau tokoh terkenal. 

Ogoh-ogoh. Pawai ini diselenggarakan pada hari Pengrupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi. Hampir setiap banjar di Bali membuat dan menggelar pawai Ogoh-ogoh.

Selain itu, setiap Ogoh-Ogoh, setelah selesai dibuat, langsung didoakan sebagai tanda penghormatan terhadap entitas spiritual yang diwakili.

Menurut informasi yang Bang Nur kumpulkan, pawai Ogoh-ogoh pada malam pengrupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka tersebut, bertujuan agar bhuta kala atau roh jahat beserta segala unsur negatif lainnya musnah dan tidak mengganggu kehidupan manusia.

Ritual "Ngrupuk" yang biasa dilakukan bersamaan dengan arak-arakan Ogoh-ogoh ini, bertujuan agar buta kala beserta segala unsur negatif lainnya menjauh dan tidak mengganggu kehidupan umat manusia. 

Kenapa patung Ogoh-ogoh harus dibakar?

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Ogoh-ogoh yang dibakar itu tak sekadar dibakar saja. Namun, memiliki makna dan harapan agar dunia kembali bersih dan bebas dari segala gangguan makhluk maupun roh jahat.

****

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2