Nur Terbit
Nur Terbit Jurnalis

Penulis buku Wartawan Bangkotan (YPTD), Lika-Liku Kisah Wartawan (PWI Pusat), Mati Ketawa Ala Netizen (YPTD), Editor Harian Terbit, Owner www.nurterbit.com, Medsos: X @Nurterbit, @IniWisataKulin1, FB - IG: @Nur Terbit, @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: nurdaeng@gmail.com, aliemhalvaima@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ogoh-ogoh dan Upacara Melasti di Bali

15 Maret 2024   11:24 Diperbarui: 15 Maret 2024   16:04 272 5 0

Selain Ogoh-ogoh, selama di Bali Bang Nur juga melihat dari dekat upacara "Melasti" di tepi pantai di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. 

Pantai ini diberikan nama "Melasti" karena digunakan sebagai tempat untuk kegiatan upacara melasti/penyucian diri oleh warga sekitar. Biasanya dilakukan menjelang perayaan hari raya Nyepi di Bali. 

Tidak seperti pantai Pandawa yang selalu dikunjungi oleh banyak wisatawan mapun pengunjung tiap harinya. Tapi Pantai Melasti bisa juga menjadi alternatif destinasi untuk Anda kunjungi di Bali. 

Anda bisa mengunjungi Pantai Melasti setiap hari karena Pantai Melasti dibuka untuk umum selama 24 jam setiap hari.

Saat upacara "Melasti" berlangsung, tentu Pantai Melasti harus steril. Inj karena merupakan upacara pengambilan tirta suci di tengah samudera atau sumber mata air. Upacara itu dimaknai sebagai pembersihan alam semesta termasuk bumi pertiwi dan seisinya. 

Juga upacara "Melasti"  dilakukan sebelum perayaan Hari Suci Nyepi. Mengutip dari situs resmi Kebudayaan Kemdikbud, upacara Melasti adalah ritual ibadah penyucian diri yang dilaksanakan satu tahun sekali sebelum umat Hindu menyambut Tahun Baru. 

Upacara "Melasti" sendiri, dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Saat upacara "Melasti" dan Ogoh-ogoh ini, tidak hanya Bang Nur yang datang mengabadikan. Banyak wisatawan asing dan domestik ikut hadir, termasuk Bang Nur yang bahkan berbaur, ikut mereka berjalan kaki usai upacara menyusuri jalan raya di Bali. 

*****

Hampir dua minggu Bang Nur di sana difasilitasi oleh Mbak Eka, teman jurnalis, mantan fotografer harian Pos Kota Jakarta.

Saat itu menjelang perayaan Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu di Pulau Dewata, namun sebagai umat Muslim saya harus meninggalkan Bali menuju Kota Makassar, berkumpul dengan keluarga untuk berpuasa di awal Ramadan 1444 H, sekalian mudik.

Berikut ini dokumentasi Bang Nur (Wartawan Bangkotan), sebagai reportase singkat berupa video YouTube di channel Nur Terbit. 

Salam : Nur Terbit

#nurterbit #ogohogoh #bali #nyepi #ramadan #islam #hindu 


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2