Feddy Wanditya Setiawan
Feddy Wanditya Setiawan Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Fictional World: 2026'

1 Januari 2026   23:37 Diperbarui: 2 Januari 2026   03:37 87 1 1

Dunia Fiksi 2026 tidak datang dengan sirene, tetapi dengan keheningan yang mencurigakan.

Verse 1 - Politik Sunyi & Realitas Mediatik

Verse pertama menggambarkan perang yang tidak diumumkan, ancaman yang tidak meledak, dan konflik yang bekerja melalui kode, propaganda, serta manipulasi informasi. Media digambarkan sebagai mesin yang menjual perdamaian sebagai produk, sementara masyarakat kehilangan dorongan untuk mempertanyakan kebenaran.

Secara musikal, bagian ini idealnya bersifat observasional dan datar, mencerminkan kelelahan kolektif terhadap berita dan konflik yang tak berujung.

Pre-Chorus - Ilusi Stabilitas

Pre-chorus menjadi momen ketegangan tersembunyi. Fakta "dirapikan", empati tergerus, dan masyarakat justru merayakan ilusi perlindungan ("tembok") sambil berdiri di atas patahan krisis.

Ini adalah fase naratif di mana kesadaran mulai muncul, tetapi belum berani menolak sistem.

Chorus - Inti Konseptual

Chorus menyatakan tesis utama lagu:

Dunia Fiksi 2026 bukan dunia yang rusak total, melainkan dunia yang retak namun dipertahankan.

"I'm in the in-between" menjadi kondisi eksistensial manusia modern-tidak kalah, tidak menang, tidak hancur, namun juga tidak utuh. Chorus harus terasa melebar secara emosional, bukan meledak, menegaskan perasaan stagnasi global.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5