Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Bayang Malam yang Menanti - Hening di Bawah Bintang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/09/9-feb-2026-00-44-43-6988c762c925c43680285f22.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Di Ujung Rindu - [YouTube]
[intro]
Angin membawa harum kenangan
Langit menyimpan sisa percakapan
[verse]
Di antara bintang yang redup
Kucari wajahmu dalam sunyi
Langkahku terhenti sejenak
Saat namamu mengetuk hati
[pre-chorus]
Waktu tak pernah benar-benar pergi
Ia hanya bersembunyi di memori
[chorus]
Di ujung rindu ini
Aku berdiri sendiri
Memeluk bayangmu yang tak pasti
Namun masih tinggal di sini
Jika cinta adalah jarak
Maka sabar adalah sayap
Yang membawaku terbang
Walau kau tak dalam genggam
[verse]
Kita pernah menjadi cerita
Ditulis hujan di kaca jendela
Kini tersisa jejak tanya
Yang tak terjawab bersama
[pre-chorus]
Aku tak menyesali waktu
Hanya merindukan temu
[chorus]
Di ujung rindu ini
Aku berdiri sendiri
Memeluk bayangmu yang tak pasti
Namun masih tinggal di sini
Jika cinta adalah jarak
Maka sabar adalah sayap
Yang membawaku terbang
Walau kau tak dalam genggam
[bridge]
Bila esok kau kembali
Aku tetap di tempat ini
Bukan untuk menagih janji
Hanya ingin menuntaskan sepi
[chorus]
Di ujung rindu ini
Kutemukan arti
Bahwa mencinta tak selalu memiliki
Namun selalu berarti
[outro]
Angin pulang ke arah malam
Aku pulang ke dalam diam
Dan rindu
Tetap menyala perlahan
------
Core Idea
“Di Ujung Rindu — Menunggu Tanpa Meminta” adalah kisah tentang rindu yang tidak lahir dari kehilangan, melainkan dari kesetiaan hati pada sesuatu yang pernah nyata, meski kini tak lagi bisa digenggam. Lagu Di Ujung Rindu menuturkan perjalanan seseorang yang berdiri di titik paling sunyi dari penantian—saat harapan tidak lagi memaksa, namun perasaan belum sepenuhnya padam. Ini bukan kisah patah hati yang meledak-ledak, melainkan potret kedewasaan emosional: mencintai tanpa menuntut kepemilikan. Tokoh berada di batas antara masa lalu dan penerimaan; ia tidak mengejar, tidak menolak, hanya tinggal. Rindu hadir sebagai ruang hening—tempat kenangan bernafas, waktu melambat, dan cinta perlahan berubah bentuk. Di titik ini, cinta tidak lagi bersuara keras; ia hadir sebagai kesabaran. “Mencinta tanpa memiliki, menunggu tanpa memaksa.”
------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.