Feddy WS
Feddy WS Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Di Ujung Rindu'

9 Februari 2026   00:36 Diperbarui: 9 Februari 2026   00:47 134 1 1

Bayang Malam yang Menanti - Hening di Bawah Bintang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)
Bayang Malam yang Menanti - Hening di Bawah Bintang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)


[Recommended Headphones or Car Audio]

Di Ujung Rindu - [YouTube]

[intro]  
Angin membawa harum kenangan  
Langit menyimpan sisa percakapan  

[verse]  
Di antara bintang yang redup  
Kucari wajahmu dalam sunyi  
Langkahku terhenti sejenak  
Saat namamu mengetuk hati  

[pre-chorus]  
Waktu tak pernah benar-benar pergi  
Ia hanya bersembunyi di memori  

[chorus]  
Di ujung rindu ini  
Aku berdiri sendiri  
Memeluk bayangmu yang tak pasti  
Namun masih tinggal di sini  
Jika cinta adalah jarak  
Maka sabar adalah sayap  
Yang membawaku terbang  
Walau kau tak dalam genggam  

[verse]  
Kita pernah menjadi cerita  
Ditulis hujan di kaca jendela  
Kini tersisa jejak tanya  
Yang tak terjawab bersama  

[pre-chorus]  
Aku tak menyesali waktu  
Hanya merindukan temu  

[chorus]  
Di ujung rindu ini  
Aku berdiri sendiri  
Memeluk bayangmu yang tak pasti  
Namun masih tinggal di sini  
Jika cinta adalah jarak  
Maka sabar adalah sayap  
Yang membawaku terbang  
Walau kau tak dalam genggam  

[bridge]  
Bila esok kau kembali  
Aku tetap di tempat ini  
Bukan untuk menagih janji  
Hanya ingin menuntaskan sepi  

[chorus]  
Di ujung rindu ini  
Kutemukan arti  
Bahwa mencinta tak selalu memiliki  
Namun selalu berarti  

[outro]  
Angin pulang ke arah malam  
Aku pulang ke dalam diam  
Dan rindu  
Tetap menyala perlahan

------

Core Idea

“Di Ujung Rindu — Menunggu Tanpa Meminta” adalah kisah tentang rindu yang tidak lahir dari kehilangan, melainkan dari kesetiaan hati pada sesuatu yang pernah nyata, meski kini tak lagi bisa digenggam. Lagu Di Ujung Rindu menuturkan perjalanan seseorang yang berdiri di titik paling sunyi dari penantian—saat harapan tidak lagi memaksa, namun perasaan belum sepenuhnya padam. Ini bukan kisah patah hati yang meledak-ledak, melainkan potret kedewasaan emosional: mencintai tanpa menuntut kepemilikan. Tokoh berada di batas antara masa lalu dan penerimaan; ia tidak mengejar, tidak menolak, hanya tinggal. Rindu hadir sebagai ruang hening—tempat kenangan bernafas, waktu melambat, dan cinta perlahan berubah bentuk. Di titik ini, cinta tidak lagi bersuara keras; ia hadir sebagai kesabaran. “Mencinta tanpa memiliki, menunggu tanpa memaksa.” 

------

Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.