Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Tema Kampanye Anti Child Grooming"

8 Februari 2026   14:10 Diperbarui: 8 Februari 2026   14:10 89 2 1

Kampanye Predator Anti Child Grooming  | Opa Jappy 
Kampanye Predator Anti Child Grooming  | Opa Jappy 

Mari Bersatu Melawan Child Grooming


Mari bersatu dalam satu garis pertahanan, melawan Predator Child Grooming. Demi keselamatan anak dan masa depan peradaban.

Pemilihan tema Anti Child Grooming dalam kampanye sosial bukan sekadar tren, melainkan respons darurat terhadap ancaman yang sering tidak kasat mata. Berbeda dengan kekerasan fisik yang meninggalkan bekas luka; Child Grooming merupakan kejahatan yang bermain di ranah psikologis, manipulasi, dan waktu yang panjang.

Membongkar Modus Operandi yang Halus.  Alasan utama pemilihan tema adalah sifat kejahatannya yang manipulatif. Predator tidak datang dengan wajah menyeramkan; mereka muncul dengan "senyum manis penuh persahabatan." Dengan itu, kampanye bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa bahaya datang dari sosok yang terlihat baik, peduli, dan terpercaya. Oleh sebab itu, perlu merobek "topeng kepalsuan" agar masyarakat waspada terhadap pola pendekatan yang tidak wajar.

Melindungi Masa Depan Peradaban. Anak-anak adalah pilar masa depan. Ketika mereka menjadi korban Predator Child Grooming, yang dicuri bukan hanya keamanan fisik mereka, tapi juga kesehatan mental dan kepercayaan terhadap lingkungan, bahkan orang tua serta interaksi dengan sesama pada masa depannya. Kampanye  menekankan perlindungan anak dari predator; dengan itu menciptakan adalah investasi menjaga keberlangsungan peradaban. Jika sejak dini generasi muda rusak secara psikologis, maka fondasi masyarakat di masa depan rapuh dan mudah hancur.

Membangun "Garis Pertahanan" Kolektif. Kasus Child Grooming sering terjadi, umumnya, karena lingkungan sekitar bersikap abai atau tidak paham tanda-tandanya. Oleh sebab itu, Tema ini dipilih untuk memicu semangat kolektivitas. Pesan "Mari bersatu dalam satu garis pertahanan" mengajak orang tua, guru, tetangga, hingga pemerintah untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Keselamatan anak harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan keluarga masing-masing.

Memutus Rantai Tipu Muslihat. Predator Child Grooming yang mengandalkan kerahasiaan dan isolasi korban. Dengan menjadikan Anti Child Grooming sebagai tema sentral, dibicarakan secara publik, bermakna sebenarnya sedang memutus ruang gerak pelaku atau Sang Predator Child Grooming. Semakin banyak orang yang paham taktik "tipu muslihat" mereka, maka makin sulit Si Predator mencari celah agar menerkam anak-anak sebagai (calon) korban.

"Mari Bersatu Melawan Child Grooming" sebagai tema Kampanye Predator Anti Child Grooming merupakan langkah berani untuk menghadapi kenyataan pahit di masyarakat. Ini adalah upaya untuk mengubah ketakutan menjadi kewaspadaan, dan ketidaktahuan menjadi kekuatan pelindung bagi anak-anak Indonesia.


Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

 

Full Video