Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Karena perawatannya mudah, tanaman ini sangat cocok bagi pemula yang ingin mulai berkebun tanpa risiko tinggi.
Pengembangan lidah mertua bisa dilakukan dengan dua metode utama, yaitu melalui anakan dan stek daun. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung tujuan budidaya.
Metode pertama adalah melalui anakan. Tanaman lidah mertua secara alami akan menghasilkan tunas baru di sekitar induknya.
Anakan ini bisa dipisahkan ketika sudah memiliki akar sendiri. Caranya cukup dengan mengeluarkan tanaman dari pot, lalu memisahkan anakan menggunakan pisau bersih.
Setelah itu, tanam kembali di media baru yang gembur dan tidak menahan air berlebihan, baik tanaman induk maupun anakan yang baru dipisahkan.
Keunggulan metode ini adalah tanaman baru akan memiliki karakter yang sama persis dengan induknya, termasuk warna variegata kuning yang khas.
Metode kedua adalah stek daun. Teknik ini dimulai dengan memotong daun sehat menjadi beberapa bagian.
Setelah dikeringkan selama satu hingga dua hari, potongan tersebut ditanam pada media seperti pasir atau campuran sekam.
Namun, perlu diketahui bahwa pada varietas variegata seperti Laurentii, hasil stek daun sering kali menghasilkan daun hijau polos tanpa garis kuning. Ini terjadi karena sifat genetik variegasi tidak selalu terbawa melalui stek.
Meskipun begitu, stek daun tetap menjadi cara efektif untuk memperbanyak jumlah tanaman dalam waktu relatif singkat. Dengan perawatan yang tepat, akar dan tunas baru biasanya muncul dalam beberapa minggu.
Banyak orang tidak menyadari bahwa lidah mertua, termasuk jenis variegata kuning, bisa menghasilkan bunga.