Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Sumber: https://www.youtube.com/@gnafanu
Tanaman lidah mertua jenis Sansevieria trifasciata Laurentii atau yang sering disebut lidah mertua rebis kuning masih menjadi tanaman koleksi para hobiis tanaman hias.
Tak hanya digemari sebagai tanaman hias, tetapi sekaligus menjadi tanaman fungsional terutama terkait perannya sebagai tanaman penyegar dan pengurang polusi lingkungan.
Ciri khas lidah mertua garis kuning terletak pada tepian daun berwarna kuning cerah yang kontras dengan hijau tua di bagian tengah.
Selain tampil menarik, varietas ini juga dikenal kuat, tahan kering, dan cocok dikembangkan di daerah panas karena bisa bertahan dalam cekaman kekeringan.
Lidah mertua variegata kuning tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kesehatan.
Tanaman ini dikenal mampu membantu memperbaiki kualitas udara dalam ruangan dengan menyerap senyawa berbahaya seperti polutan ringan dari aktivitas rumah tangga.
Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menghasilkan oksigen. Hal ini membuatnya ideal ditempatkan sebagai tanaman indoor.
Bisa di ruang kerja, dekat meja komputer atau diletakkan di sudut ruangan karena membantu menciptakan suasana lebih segar dan nyaman.
Di daerah dengan suhu panas dan kelembaban rendah, tanaman ini juga membantu menjaga keseimbangan mikroklimat di dalam rumah.
Dari sisi psikologis, warna kuning pada tepi daun memberikan kesan hangat dan cerah. Banyak orang merasa lebih rileks dan fokus saat berada di ruangan yang memiliki unsur hijau alami.
Karena perawatannya mudah, tanaman ini sangat cocok bagi pemula yang ingin mulai berkebun tanpa risiko tinggi.
Pengembangan lidah mertua bisa dilakukan dengan dua metode utama, yaitu melalui anakan dan stek daun. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung tujuan budidaya.
Metode pertama adalah melalui anakan. Tanaman lidah mertua secara alami akan menghasilkan tunas baru di sekitar induknya.
Anakan ini bisa dipisahkan ketika sudah memiliki akar sendiri. Caranya cukup dengan mengeluarkan tanaman dari pot, lalu memisahkan anakan menggunakan pisau bersih.
Setelah itu, tanam kembali di media baru yang gembur dan tidak menahan air berlebihan, baik tanaman induk maupun anakan yang baru dipisahkan.
Keunggulan metode ini adalah tanaman baru akan memiliki karakter yang sama persis dengan induknya, termasuk warna variegata kuning yang khas.
Metode kedua adalah stek daun. Teknik ini dimulai dengan memotong daun sehat menjadi beberapa bagian.
Setelah dikeringkan selama satu hingga dua hari, potongan tersebut ditanam pada media seperti pasir atau campuran sekam.
Namun, perlu diketahui bahwa pada varietas variegata seperti Laurentii, hasil stek daun sering kali menghasilkan daun hijau polos tanpa garis kuning. Ini terjadi karena sifat genetik variegasi tidak selalu terbawa melalui stek.
Meskipun begitu, stek daun tetap menjadi cara efektif untuk memperbanyak jumlah tanaman dalam waktu relatif singkat. Dengan perawatan yang tepat, akar dan tunas baru biasanya muncul dalam beberapa minggu.
Banyak orang tidak menyadari bahwa lidah mertua, termasuk jenis variegata kuning, bisa menghasilkan bunga.
Bunganya kecil, berwarna putih kehijauan, dan biasanya mengeluarkan aroma harum di malam hari. Namun, pembungaan ini tergolong jarang dan membutuhkan kondisi tertentu.
Salah satu kunci utama agar Sansevieria dapat berbunga adalah membiarkan tanaman berada dalam kondisi sedikit “tertekan”.
Misalnya, akar yang mulai penuh dalam pot justru dapat merangsang tanaman untuk berbunga. Karena itu, hindari terlalu sering memindahkan tanaman ke pot yang lebih besar.
Cahaya juga berperan penting. Lidah mertua membutuhkan cahaya terang tetapi tidak langsung.
Penempatan di dekat jendela atau area dengan sinar matahari tersaring sangat ideal untuk merangsang pertumbuhan sekaligus peluang berbunga.
Selain itu, pola penyiraman harus diperhatikan. Biarkan media benar-benar kering sebelum disiram kembali. Kondisi ini meniru habitat asli tanaman yang cenderung kering.
Pemupukan juga dapat membantu, terutama pupuk dengan kandungan fosfor lebih tinggi yang diberikan secara berkala dalam dosis ringan.
Faktor usia tanaman tidak kalah penting. Lidah mertua biasanya baru berbunga setelah cukup matang. Oleh karena itu, kesabaran menjadi bagian dari proses yang tidak bisa diabaikan.

Lidah mertua variegata kuning memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan jenis biasa karena tampilannya yang unik.
Permintaan pasar terhadap tanaman hias ini terus meningkat, terutama untuk kebutuhan dekorasi rumah, kantor, hingga kafe.
Dengan teknik perbanyakan melalui anakan dan stek daun, petani atau penghobi dapat menghasilkan banyak tanaman baru dari satu induk.
Di wilayah dengan kondisi air terbatas, tanaman ini menjadi pilihan cerdas karena hemat perawatan dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Jika dikelola secara serius, budidaya lidah mertua tidak hanya memberikan manfaat estetika, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan.
Kombinasi antara kemudahan perawatan, daya tahan tinggi, dan minat pasar yang stabil menjadikan tanaman ini layak dikembangkan sebagai komoditas tanaman hias unggulan.***