Ikrom Zain
Ikrom Zain Tutor

Hanya seorang pribadi yang suka menulis | Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Menjejaki Kisah Negeri Tiga Daun di Candi Kedulan, Memaknai Kegunaan Pajak untuk Kemaslahatan

13 Juli 2026   09:29 Diperbarui: 13 Juli 2026   10:42 190 7 0

Sepintas, candi ini mengingatkan saya pada Candi Sambisari. Berada di bawah permukaan tanah di sekitarnya, candi ini juga dikelilingi oleh tembok megah. Mengingatkan saya pula pada gim jadul red alert untuk melindungi bagian dalamnya.

Ada satu buah candi utama dan tiga candi perwara atau candi pendamping. Berbeda dengan candi lain, untuk candi ini, saya malah tertarik dengan relief daun yang didominasi oleh motif sulur-suluran (floral), kalpalata (pohon kalpataru), dan roset. Cerita relief daun ini pernah saya baca pada sebuah majalah mengenai Negeri Tiga Daun.

Relief daun pada candi. - Sumber: Dokumen Pribadi
Relief daun pada candi. - Sumber: Dokumen Pribadi

Negeri ini diceritakan dalam Candi Kedulan dan Prasasti Tlu Ron yang ditemukan tak jauh dari candi. Dalam prasasti ini diceritakan bahwa dulu Raja Mataram memungut pajak dari pertanian. Hasil pajak tersebut nantinya digunakan untuk pembiayaan saluran irigasi dan pemeliharaan bangunan suci di daerah tersebut. Konon, pajak ini ditarik setiap tiga hari sehingga disebut pajak tiga harian atau Tlu Ron. 

Saya memaknai keberadaan pajak ini sebagai upaya untuk menyejahterakan rakyat. Sayang, saat ini keberadaan pajak belum bisa dirasakan oleh penduduk sekitar dengan maksimal. Contohnya, akses transportasi umum seperti Trans Jogja belum menjangkau daerah ini. Padahal, daerah ini cukup ramai penduduk, menghubungkan banyak tempat penting, dan terdapat aneka situs bersejarah serta tempat wisata. 

Sepinya candi ini yang berbanding terbalik dengan padatnya pengunjung wisata di sekitar Jogja membuktikan bahwa memang akses yang mudah dan promosi berimbang belum maksimal. Padahal candi ini amat indah dengan latar Gunung Merapi yang memagarinya.

Saya kembali berkeliling ke tiga candi perwara. Walau sempat kaget dengan patung Nandi di bagian tengah, tetapi saya makin terkesima dengan candi ini. Benar-benar dirancang seestetik mungkin. 

Patung Nandi ini makin menyiratkan kesetiaan rakyat pada pemimpinnya. Sama halnya dengan warga Jogja yang amat setia pada raja dan pemerintahnya. Nah kalau sudah setia seperti itu, harusnya pemerintahnya juga bekerja untuk rakyatnya. Untuk yang satu ini, tolong jangan ditanya saya KTP mana, ya.

Patung Nandi di bagain tengah. - Sumber: Dokumen Pribadi
Patung Nandi di bagain tengah. - Sumber: Dokumen Pribadi

Pada candi perwara bagian utara, saya melihat lingga yoni yang berada di bagian tengah. Adanya lingga yoni ini makin menyiratkan bahwa candi ini adalah untuk pemujaan Dewa Siwa. Sementara, saya tidak menemukan apapun di candi perwara bagian selatan. Hanya ada umpak yang diyakini sebagai landasan atau tiang yang menyangga candi.

Candi Perwara tengah - Sumber: Dokumen Pribadi
Candi Perwara tengah - Sumber: Dokumen Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3