Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pesan Jose Rizal Manua untuk Pemimpin Bangsa

12 Desember 2023   13:03 Diperbarui: 12 Desember 2023   13:03 604 3 0

Pertemuan itu sengaja dilakukan oleh Iwan Henry Wardhana, untuk merawat keguyuban sesama seniman. Ia agaknya menyadari, hiruk-pikuk politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, tentulah berdampak kepada para seniman. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Di kesempatan itu, Iwan Henry Wardhana -antara lain- membahas tentang ekosistem berkesenian di DKI Jakarta. Ada banyak venue yang bisa digunakan untuk menggelar berbagai aktivitas seni. Ada beragam aktivitas seni yang diakomodir oleh Disbud DKI Jakarta, mengingat Jakarta adalah kota multi kultural.

Secara keseluruhan, saya menilai, pertemuan tersebut merupakan langkah antisipatif Iwan Henry Wardhana selaku KaDisbud DKI Jakarta, menjaga kerukunan sesama seniman. Artinya, ia sejak jauh-jauh hari, sudah berupaya mengelola segala bentuk keberagaman di kalangan pegiat seni budaya. Merangkul para pegiat seni, sebagaimana pesan Jose Rizal Manua dalam petikan lain puisi Wahai Pemimpin Bangsaku:  

Rakyat harus diajak bahu-membahu
membangun dunia yang adil
membangun dunia yang lebih maju
membangun dunia yang lebih sejahtera          

Boleh jadi, dalam Debat Capres nanti, kata-kata bahu-membahu, keadilan, perdamaian, lebih maju, lebih sejahtera, dan sejenisnya, akan berhamburan di panggung debat di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut. Sebagai janji politik ya memang demikian para politisi mengumbar janji.

Tapi, harap diingat, sejak jauh-jauh hari, seniman Jose Rizal Manua sudah menyampaikan pesannya melalui puisi Wahai Pemimpin Bangsaku. Ia adalah Sarjana Seni dari Fakultas Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Bidang Film, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Solo. Ia lantas menjadi Dosen Teater dan Film di IKJ.

Tentu bukan hanya Jose Rizal Manua yang sudah berpesan ke Pemimpin Bangsa. Barangkali, sudah berjuta anak-anak bangsa yang juga sudah melakukannya. Di alam demokrasi, suara serta sikap warga, tentulah berarti. Sekecil apa pun itu. Tiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi demi kemajuan bangsa ini, dengan cara masing-masing.

Jose Rizal Manua dalam petikan lain puisi Wahai Pemimpin Bangsaku mengingatkan:

Pertengkaran yang berkepanjangan
Saling hujat yang mengundang cacat
Hanya akan membuat bangsa tidak bisa membangun

Jakarta, 12 Desember 2023

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2