Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Doktor dari Universitas Indonesia
Sekali lagi, beruntunglah anak-anak yang mudik melalui Pelabuhan Merak. Mereka dapat bingkisan keren dari perempuan hebat, Ira Puspadewi. Disalami, juga berfoto bareng. Barangkali, itu akan menjadi kenangan indah mereka setelah besar nanti, karena Ira Puspadewi adalah Doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Perempuan kelahiran Malang, 12 Desember 1967 itu, menyelesaikan S-1 di Universitas Brawijaya Malang, kemudian meraih gelar Master dari Asian Institute of Management, Filipina. Sosok ini memang patut kita teladani. Ia bukan hanya cemerlang di dunia akademik, tapi juga cemerlang dalam perjalanan karirnya.
Sebelum memimpin ASDP Indonesia Ferry pada Desember 2017, ia 17,5 tahun menjadi Direktur Global Initiative GAP Inc., salah satu perusahaan garmen terbesar di dunia yang bermarkas di San Francisco, Amerika Serikat. Saat itu, ia mengelola Regional Asia yang membawahi 7 negara.
Ketika berbagai bingkisan kepada anak-anak pemudik di pelataran parkir dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, barangkali tak banyak yang tahu, bahwa Ira Puspadewi adalah salah satu perempuan hebat yang dimiliki Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, ASDP telah melakukan transformasi digital secara menyeluruh dan menghasilkan kinerja positif.
Dalam dialog dengan para pemudik, Ira Puspadewi selalu bertanya, "Kapan memesan tiket?" Dari sejumlah pemudik yang ia sambangi, mereka umumnya sudah membeli tiket secara online, jauh-jauh hari sebelumnya. Ira Puspadewi tentu saja gembira. Itu menjadi bukti nyata hasil transformasi digital secara menyeluruh yang ia lakukan.
Melalui sistem digital, penumpukan penumpang kapal, bisa diminimalkan. Pada Mudik Nasional tahun 2023, misalnya, pemudik yang sudah membeli tiket secara online jauh-jauh hari, mencapai 50 persen. Tahun 2024 ini, persentasenya meningkat.
Bagaimanapun juga, sistem digital sudah menjadi keharusan. Tak mungkin mengelola pemudik yang sangat banyak pada waktu yang bersamaan, secara manual. Di Pelabuhan Merak, misalnya, lebih dari 500.000 pemudik yang menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung pada Mudik Nasional tahun 2024 ini.
Kita tahu, Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, adalah titik penting arus Mudik Nasional, dari tahun ke tahun. Ira Puspadewi menyebut, ASDP mempunyai perangkat berjenjang, untuk memastikan kualitas pelayanan terhadap pemudik. Di tiap Mudik Nasional, Ira Puspadewi memastikan diri berada langsung di lapangan. "Saya pasti ada, untuk memastikan kelancaran dan ketertiban," ujarnya tegas.
Pelabuhan Merak, 11 April 2024