Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Senyum Anak Mudik di Merak, Terima Bingkisan Ira Puspadewi

11 April 2024   16:02 Diperbarui: 11 April 2024   16:04 624 4 0


Beruntunglah anak-anak yang mudik melalui Pelabuhan Merak. Mereka dapat bingkisan keren dari perempuan hebat, Ira Puspadewi. Disalami, juga berfoto bareng. "Mudik yang sabar ya, Pak," tutur perempuan hebat itu kepada orangtua mereka.

Dengan Sabar Berbagi Bingkisan

Ira Puspadewi Dirut ASDP berbagi bingkisan kepada pemudik. Foto: Isson Khairul
Ira Puspadewi Dirut ASDP berbagi bingkisan kepada pemudik. Foto: Isson Khairul

Ya, dengan sabar pula, Ira Puspadewi menyambangi anak-anak yang mudik bersama orangtua masing-masing. Ia melangkah dari satu mobil ke mobil lainnya di pelataran parkir dermaga eksekutif Pelabuhan Merak. Itu memang kantong parkir yang disiapkan, sebelum kendaraan pemudik memasuki kapal penyeberangan.

Menyambangi pemudik, berdialog dengan pemudik, serta berbagi bingkisan tersebut, adalah bagian dari konsep keselamatan dan pelayanan yang dikembangkan Ira Puspadewi, selaku Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia.

Ia menyadari, para pemudik tentu lelah berkendara. Anak-anak mungkin bosan dan rewel. Hal itu bisa menambah kelelahan orangtua mereka. Nah, dengan menyambangi mereka serta berbagi bingkisan, Ira Puspadewi berharap, itu bisa meredakan kelelahan yang ada. Anak-anak gembira. Orangtua mereka senang.

Begitu juga melalui dialog singkat, para pemudik leluasa menyampaikan secara langsung apa yang mereka rasakan, kepada sosok nomor satu di ASDP tersebut. Sebaliknya, Ira Puspadewi mendapatkan masukan berharga secara langsung dari para pemudik, untuk meningkatan pelayanan mudik.

Konsep keselamatan dan pelayanan yang diterapkan Ira Puspadewi di ASDP itu, tak datang tiba-tiba. Ia menyebut, landasan utamanya adalah caring, kepedulian. Dan, itu ia peroleh -antara lain- dari proses belajar dari kru kapal. Kita tahu, kapten kapal di laut adalah commander in charge, sekaligus bapaknya para kru.

Dan, di laut yang penuh tantangan alam, caring adalah sesuatu yang organik, harus melekat dalam diri pemimpin. Dengan kata lain, Ira Puspadewi adalah sosok pemimpin yang terus belajar. Termasuk, belajar tentang pelayanan mudik, dengan berdialog langsung dengan pemudik. Melalui cara-cara itulah, pelayanan ASDP terus ditingkatkan.

Oh, ya, yang ditangani Ira Puspadewi selaku Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia, tentu bukan hanya Pelabuhan Merak. Ada tanggung jawab besar di pundaknya. ASDP sebagai perusahaan pelat merah, memiliki 4 kantor regional dan 27 kantor cabang untuk mengelola 36 pelabuhan penyeberangan di seluruh Indonesia.

Dalam hal ini, ada 223 armada kapal milik ASDP yang melayani angkutan penyeberangan. Jika ditotal, ada sekitar 6.000 karyawan yang sehari-hari dikelola oleh Ira Puspadewi. Tentu banyak tantangan yang ia hadapi. Ia mengaku selalu mengedepankan kepedulian serta kolaborasi dalam memimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Doktor dari Universitas Indonesia

Sekali lagi, beruntunglah anak-anak yang mudik melalui Pelabuhan Merak. Mereka dapat bingkisan keren dari perempuan hebat, Ira Puspadewi. Disalami, juga berfoto bareng. Barangkali, itu akan menjadi kenangan indah mereka setelah besar nanti, karena Ira Puspadewi adalah Doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Perempuan kelahiran Malang, 12 Desember 1967 itu, menyelesaikan S-1 di Universitas Brawijaya Malang, kemudian meraih gelar Master dari Asian Institute of Management, Filipina. Sosok ini memang patut kita teladani. Ia bukan hanya cemerlang di dunia akademik, tapi juga cemerlang dalam perjalanan karirnya.

Sebelum memimpin ASDP Indonesia Ferry pada Desember 2017, ia 17,5 tahun menjadi Direktur Global Initiative GAP Inc., salah satu perusahaan garmen terbesar di dunia yang bermarkas di San Francisco, Amerika Serikat. Saat itu, ia mengelola Regional Asia yang membawahi 7 negara.

Ketika berbagai bingkisan kepada anak-anak pemudik di pelataran parkir dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, barangkali tak banyak yang tahu, bahwa Ira Puspadewi adalah salah satu perempuan hebat yang dimiliki Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, ASDP telah melakukan transformasi digital secara menyeluruh dan menghasilkan kinerja positif.

Dalam dialog dengan para pemudik, Ira Puspadewi selalu bertanya, "Kapan memesan tiket?" Dari sejumlah pemudik yang ia sambangi, mereka umumnya sudah membeli tiket secara online, jauh-jauh hari sebelumnya. Ira Puspadewi tentu saja gembira. Itu menjadi bukti nyata hasil transformasi digital secara menyeluruh yang ia lakukan.

Melalui sistem digital, penumpukan penumpang kapal, bisa diminimalkan.  Pada Mudik Nasional tahun 2023, misalnya, pemudik yang sudah membeli tiket secara online jauh-jauh hari, mencapai 50 persen. Tahun 2024 ini, persentasenya meningkat.

Bagaimanapun juga, sistem digital sudah menjadi keharusan. Tak mungkin mengelola pemudik yang sangat banyak pada waktu yang bersamaan, secara manual. Di Pelabuhan Merak, misalnya, lebih dari 500.000 pemudik yang menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung pada Mudik Nasional tahun 2024 ini.

Kita tahu, Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, adalah titik penting arus Mudik Nasional, dari tahun ke tahun. Ira Puspadewi menyebut, ASDP mempunyai perangkat berjenjang, untuk memastikan kualitas pelayanan terhadap pemudik. Di tiap Mudik Nasional, Ira Puspadewi memastikan diri berada langsung di lapangan. "Saya pasti ada, untuk memastikan kelancaran dan ketertiban," ujarnya tegas.

Pelabuhan Merak, 11 April 2024

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2