Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video

Indonesia Classic Expo 2024, Kolaborasi Mobil-Motor dan Fashion

21 Agustus 2024   14:22 Diperbarui: 21 Agustus 2024   14:25 452 1 0

Tiap penggemar tentu memiliki kesan masing-masing dengan produk otomotif klasik yang mereka gemari. Kesan unik dari tiap penggemar itu, bisa di-share ke publik yang lebih luas melalui akun media sosial masing-masing.               

Interaksi dengan sesama penggemar produk otomotif klasik secara offline di Indonesia Classic Expo 2024, juga interaksi secara online di media sosial, tentu saja akan menumbuhkan inspirasi. Hal itu bisa berlanjut, misalnya, dengan mengadakan bakti sosial bersama atau melakukan aktivitas kreatif lainnya.

Batik Koleksi Keraton Kanoman Cirebon

Indonesia Classic Expo 2024 ini, merupakan ajang kolaborasi Quantum Asset Management dengan Ikatan  Motor Indonesia (IMI), Persatuan Penggemar Mobil Klasik Indonesia (PPMKI), Rumah Sarwono, dan  Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia.

Kolaborasi para pihak tersebut, merupakan yang pertama kali. Gagasan untuk menggelar Indonesia Classic Expo 2024, sesungguhnya adalah bagian dari upaya merawat tradisi ketelatenan yang sudah turun-temurun mengakar di kehidupan para leluhur kita.

Dalam konteks merawat tradisi itulah, keterlibatan desainer Nina Nugroho, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari produk otomatif klasik yang akan dipamerkan. Ada tradisi ketelatenan di sana. Salah satunya, Nina Nugroho akan menampilkan karyanya yang dipadankan dengan Batik Koleksi Keraton Kanoman Cirebon, Jawa Barat.

"Batik dari Keraton Kanoman itu, sangat klasik. Unsur klasik dari produk otomotif klasik yang dipamerkan, akan saling melengkapi dengan unsur klasik dari produk fashion yang akan saya tampilkan di fashion show. Kolaborasi tersebut akan memperkuat Indonesia Classic Expo 2024 ini," ujar desainer Nina Nugroho.    

Kita tahu, pada tahun 2022, Nina Nugroho mengadakan fashion show di Front Row Paris 2022. Di kesempatan itu, Nina menampilkan sejumlah karya desainnya, yang inspirasinya ia gali dari budaya Cirebon. Ia memadankan karyanya dengan koleksi batik Keraton Kanoman, dengan tema Caruban.

Secara historis, Caruban adalah nama daerah di Jawa Barat, yang kini kita kenal sebagai Kota Cirebon. Dalam makna harfiah, kata Caruban berarti campuran. Itu mengacu kepada wilayah Caruban, yang dihuni oleh berbagai macam etnik dengan beragam latar budaya. Antara lain, Sunda, Jawa, Arab, dan Cina.

Karya desain yang ditampilkan Nina Nugroho dalam fashion show di Front Row Paris 2022 dan akan ditampilkan di ajang Indonesia Classic Expo 2024, menggunakan 10 lembar batik Cirebon dengan 7 motif yang berbeda. Untuk itu, ia telah melakukan riset mengenai batik Cirebon, melalui serangkaian wawancara dengan budayawan dan ahli sejarah Cirebon.

Sejumlah literatur mencatat, perjalanan batik di Cirebon sudah dimulai setidaknya sejak abad ke-15. Bahkan, sangat mungkin, jauh sebelumnya. Salah satu penandanya, bisa kita lihat pada arsitektur mega mendung Kreta Jempana yang ada di Kesultanan Kanoman, yang dibuat pada tahun 1350 Saka atau 1428 Masehi.

Jakarta, 21 Agustus 2024

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2