Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Bermain 0-0 di babak pertama, tapi di babak kedua, Tunas Betawi mencukur gundul Nawasena 3-0. Taktik strategi pelatih, menjadi penentu. Pemain membutuhkan arahan yang kongkrit, untuk dieksekusi di lapangan.
Stamina Oke, Taktik Belum Jitu

Menjadi penjaga gawang, sekaligus sebagai kapten. Peran ganda itulah yang diemban oleh Muhamad Wildan di klub Nawasena FC, ketika berhadapan dengan klub Tunas Betawi FC. Dua peran penting dalam kesebelasan tersebut, tentu saja sangat menguras energi. Baik psikis, maupun fisik.
Di babak pertama, Muhamad Wildan yang bernomor punggung 50 itu, dengan tangkas mengoordinasikan kawan-kawannya di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field 1, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu. Pertahanan belakang Nawasena menjelma menjadi beton, hingga tak mampu diterobos oleh pasukan Tunas Betawi.
Sebaliknya, lini belakang Tunas Betawi, juga tak kalah rapat. Pasukan penyerang Nawasena yang berada di garda depan, juga tak kuasa menjebol gawang Tunas Betawi, yang dijaga oleh Daffa Al Ghifari. Pemain bernomor punggung 20 tersebut, dengan cermat menyergap tiap bola yang datang.
Laga Nawasena lawan Tunas Betawi di pekan pertama Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 itu, memang asyik ditonton. Cuaca yang panas terik pukul 12:10 siang, sama sekali tidak mengganggu stamina pemain kedua kesebelasan tersebut.
35 menit babak pertama, berakhir dengan skor 0-0. Masing-masing pelatih lega, karena tidak kebobolan, tapi tentu saja tidak happy. Kedua pihak sama-sama belum dapat poin, karena sama-sama belum mampu mencetak gol.
Dalam situasi kondisi yang demikian, kematangan pelatih benar-benar ditantang. Taktik strategi pelatih mendapat ujian nyata di lapangan pertandingan. Kebuntuan tanpa gol, harus dipecahkan. Para pemain membutuhkan arahan yang kongkrit, berdasarkan analisa pelatih terhadap babak pertama tersebut.