Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Klub Diklat ISA mencetak 3 gol di 6 menit pertama pertandingan. Klub Satria Sanggeni membalas, akhirnya Diklat ISA hanya menang tipis. Inilah laga asyik di pekan kedua Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan.
Gol Tercepat di Menit Pertama

Destha Adithya dari klub Diklat ISA, mencetak gol di menit pertama, ke gawang klub Satria Sanggeni. Boleh jadi, itu gol tercepat di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, yang sudah memasuki pekan kedua, pada Minggu, 21 Juni 2026 lalu.
Gol pertama di menit pertama babak pertama itu, langsung disusul dengan gol kedua di menit ke-5 oleh Muhammad Salman. Kemudian, Muhammad Fachrizki menambah keunggulan Diklat ISA dengan gol ketiga di menit ke-6.
Tiga gol di 6 menit pertama pertandingan tersebut, sesungguhnya sudah memukul mental para pemain Satria Sanggeni. Tapi, pasukan asuhan Sahrul Ramadhan itu, ternyata benar-benar berjiwa ke-satria. Mereka terus gigih berjuang dan menciptakan gol balasan pertama di menit ke-11 ciptaan Ahmad Adly.
7 menit kemudian, persisnya di menit ke-18, Ahmad Zidan juga menciptakan gol balasan ke gawang Diklat ISA. Kedudukan menjadi 3-2 untuk Diklat ISA, hingga 35 menit babak pertama usai.
Di satu sisi, Zuchli Imran selaku owner Diklat ISA, tentu bangga, karena pasukannya berhasil mencetak 3 gol di enam menit pertama pertandingan. Tapi, ia kecewa, karena di menit-menit berikutnya, para pemain Diklat ISA banyak melakukan kesalahan.
"Karena kesalahan-kesalahan itulah, lawan berhasil membalas 2 gol. Tiap kesalahan yang kalian buat, itu menjadi peluang bagi lawan," ujar Zuchli Imran, yang secara detail mengevaluasi tindakan tiap pemain di lapangan.
Memasuki babak kedua, Satria Sanggeni langsung tancap gas. Di menit ke-40, hanya 5 menit setelah babak kedua dimulai, Syarif Tri Utomo langsung membobol gawang Diklat ISA. Kedudukan menjadi sama, 3-3. Sekali lagi, Syarif dan kawan-kawan menunjukkan jiwa ke-satria-an mereka.
Sampai di sini, kita paham, bahwa secara performa, Diklat ISA dan Satria Sanggeni relatif berimbang. Kedua klub menampilkan taktik strategi masing-masing, dengan stamina yang sama-sama terjaga.
Segera Kuasai Lapangan
Ada dua pelajaran penting yang bisa dipetik dari partai ke-14 pekan kedua Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini. Pelajaran pertama, pemain harus cepat menguasai lapangan, karena toh semua klub sudah sama-sama menjalani laga Pra-Musim.
Kelambatan penguasaan lapangan, bisa berakibat fatal. Itu dialami oleh Satria Sanggeni, yang kebobolan 3 gol, di 6 menit pertama pertandingan. Sebaliknya, kecepatan dalam menguasai lapangan, justru menjadi momen menguntungkan, sebagaimana yang dinikmati Diklat ISA di laga ini.
Pelajaran kedua, jangan pernah terlena pada keunggulan. Tak bisa diingkari, 3 gol di 6 menit pertama, telah menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi pada Diklat ISA. Akibatnya, mereka lengah, konsentrasi menurun, hingga terbuka peluang bagi Satria Sanggeni untuk mencetak gol balasan.
Kedudukan 3-3 lumayan bertahan lama, sampai akhirnya di menit ke-50, Muhammad Fachrizki kembali menyarangkan bola ke gawang Satria Sanggeni. Sampai akhir pertandingan, kedudukan 4-3 untuk kemenangan Diklat ISA.
Dalam konteks kompetisi pembinaan, radiobola.co.id selaku penyelenggara, tidak hanya fokus pada menang-kalah. "Pembinaan di masing-masing klub, kami cermati dengan saksama. Melalui liga ini, kita bersama-sama membangun ekosistem persepakbolaan di DKI Jakarta," ujar Yosef Erwiyantoro, head of radiobola.co.id.
Secara kepesertaan, Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, bukan hanya diikuti oleh klub-klub di DKI Jakarta saja. Ke-16 klub peserta liga ini, berasal dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Klub-klub tersebut dikelompokkan ke dalam 2 grup.
8 klub di Grup Merah dan 8 klub di Grup Putih. Diklat ISA dan Satria Sanggeni, berada di Grup Putih. Secara klasemen sementara hingga pekan kedua ini, Diklat ISA berada di ranking ke-2 dengan 6 poin, sementara Satria Sanggeni di ranking ke-8, belum memiliki poin.
Ruang untuk berbenah, masih terbuka lebar, karena Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 masih akan berlangsung hingga November mendatang. Totalnya, ada 127 pertandingan yang digelar. Di rentang waktu Juni-November tersebut, klub-klub peserta tentulah memiliki keleluasaan untuk terus dan terus intens melakukan pembinaan.
Jakarta, 24 Juni 2026