Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bina Mutiara Vs Mavericks, Laga Keras Cuma 1 Kartu Kuning

7 Juli 2026   16:43 Diperbarui: 7 Juli 2026   16:43 95 0 0

Ini partai ke-21 pekan ke-3 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Lapangan rumput sintetis Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan, menjadi saksi bahwa output pembinaan di klub Bina Mutiara dan di klub Mavericks, patut dijadikan inspirasi.   

Laga Keras, Minim Pelanggaran

Bina Mutiara Vs Mavericks, laga keras cuma 1 kartu kuning di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul
Bina Mutiara Vs Mavericks, laga keras cuma 1 kartu kuning di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul

Laga Bina Mutiara lawan Mavericks pada Minggu, 5 Juli 2026 ini, laga yang berkelas. Sejak awal, kedua kesebelasan saling serang, dengan speed tinggi. Berlari menggiring bola, nyaris tanpa jeda. Operan-operan pendek berlangsung dengan efektif.

Dan, gol baru tercipta pada menit ke-48 babak kedua, oleh pemain cadangan Bina Mutiara, Muhammad Alfath Akbar. Kedudukan 1-0 untuk Bina Mutiara itu, bertahan hingga pertandingan 2 kali 35 menit tersebut berakhir.

Meski laga ini berlangsung keras dengan speed tinggi, tapi hanya 1 kali terjadi pelanggaran dengan hadiah 1 kartu kuning. Penerimanya, Akhmal Rezhaky di menit ke-33, pemain dari Mavericks. Stamina pasukan kedua klub ini mengesankan, tak ada yang cedera.

Di balik laga Bina Mutiara lawan Mavericks, tercermin bahwa pembinaan di kedua klub tersebut, patut dijadikan inspirasi oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) yang lain. Mavericks, misalnya, mengacu pada filosofi, bermain bola dengan penuh ketekunan dan kerja keras.

Dari cuplikan pertandingan ini, kita bisa mencermati, betapa tinggi daya juang para pemain Mavericks untuk menguasai bola. Mereka sadar, tanpa ketekunan dan kerja keras, tentu tak mungkin bola digiring ke gawang lawan. Tanpa ketekunan dan kerja keras, tentu tak mungkin membangun barisan pertahanan.

Demikian pula halnya dengan Bina Mutiara. Klub ini, misalnya, praktis tiap hari latihan. Para pemain tinggal di asrama yang sama, hingga chemistry antar mereka otomatis terbangun secara alamiah. Mereka latihan di lapangan yang berada di lingkungan asrama.

Melalui cuplikan pertandingan ini, kita bisa mencermati, betapa skill individu, sama kuatnya dengan skill kerja sama antar mereka. Nyaris tak ada operan bola, yang tanpa strategi. Itulah yang membuat para pemain Bina Mutiara berhasil lolos dari kepungan pemain Mavericks.

Reputasi Pemuncak 2025

Ada hal khusus, yang memacu Bina Mutiara untuk memenangkan laga ini. Kita tahu, Bina Mutiara adalah pemuncak Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur musim 2025 lalu. Reputasi itulah yang mereka jaga, sekaligus mereka perjuangkan dengan sepenuh hati.

Makanya, jauh-jauh hari sebelumnya, persiapan sudah mereka lakukan. Di pekan pertama, pada Sabtu, 6 Juni 2026 lalu, Bina Mutiara mengalahkan klub Farama FC dengan skor 1-0. Kunci kemenangan itu adalah gol yang dicetak Ahmad Mufti Gunawan di menit ke-20 babak pertama.

Awal yang menggembirakan, tentunya. Kemudian, di pekan kedua, pada Sabtu, 20 Juni 2026 lalu, Bina Mutiara mengalahkan klub PSF Academy dengan skor 4-0. Di laga ini, Muhammad Feroz Rahman mencetak 2 gol, pada menit ke-52 dan menit ke-58.

Dengan kemenangan atas Mavericks ini, Bina Mutiara stabil di puncak klasemen sementara Grup Merah, dengan raihan poin 9. Mavericks berada di peringkat ke-3 dengan raihan poin 4. For info, Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 diikuti oleh 16 klub dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Ke-16 klub tersebut dibagi menjadi 2 grup, yaitu 8 klub di Grup Merah dan 8 klub di Grup Putih. Hingga Minggu, 5 Juli 2026 ini, untuk kedua grup tersebut, sudah digelar 24 partai. Yang antusias bukan hanya official dan pemain, tapi juga para orang tua pemain.

Suasana guyub dalam konteks pembinaan pesepakbola usia muda, sangat terasa di hari-hari laga berlangsung. Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, happy menyaksikan keguyuban tersebut.

"Proses edukasi terhadap anak-anak U-17, bukan hanya berlangsung saat latihan dan kompetisi. Dukungan orang tua terhadap anak-anak mereka yang tengah berproses mengembangkan potensi diri melalui sepak bola, adalah proses edukasi yang sangat bernilai," ungkap Yosef Erwiyantoro.

Di tribun penonton di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccer Field, Yosef Erwiyantoro kerap berbincang-bincang orang tua pemain. Juga, dengan para official klub. Ia selalu berpesan bahwa Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 adalah kompetisi pembinaan, dalam artian menyeluruh.

Karena, pembinaan bukan hanya di rumah dan di sekolah, tapi juga di tempat anak-anak menjalani aktivitas, seperti di lapangan sepak bola. Kita tahu, sepak bola adalah cabang olahraga yang kompleks. Fisik, mental, dan skill secara perorangan serta secara berkelompok, dilatih serta diuji terus-menerus.

Jakarta, 7 Juli 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2