
Saat ada review pecel Rawon yang dianggap cirikhas kuliner Dolopo saya langsung penasaran.
Tertarik? Iya juga sih. Meski tak yakin kalau kuliner ini merupakan ciri khas masyarakat Dolopo, karena paduan kedua kuliner ini belum lazim atau masih terhitung baru.
Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena pastinya warung yang menjual kuliner hasil kolaborasi ini masih jarang dan baru dikenal. Tentunya tidak bisa dibilang ciri khas, tapi sebuah inovasi baru tentang kolaborasi makanan yang tidak semua orang cocok.
Seperti rujak soto Banyuwangi, di mana rujak cingur diberi kuah soto. Ini sudah agak viral dan banyak dikenal. Kalau di Dolopo dan sekitarnya, mungkin pecel lodeh yang bisa dijadikan cirikhas atau sudah banyak dikenal. Pecel lodeh ini adalah pecel yang disiram kuah kuning tahu, mie, dan terkadang terong.

Kalau pecel rawon?
Rawon adalah kuliner khas Jawa Timur yang berkuah hitam karena bumbunya memakai kluwak di samping rempah-rempah yang lain.
Disajikan dengan irisan daging, tauge pendek mentah, seledri dan bawang goreng.
Pecel adalah makanan khas karesidenan Madiun yang berupa aneka sayuran rebus dan mentah yang disiram Bumbu pecel atau saus kacang. Pecel juga dikenal sebagai salad Jawa/ Javanese salad.
Nah ini. Kenapa saya berani bilang kalau masih baru dan belum dikenal?