Pagi ini saya menuju lapangan Mberan , Bangunsari , Dolopo.
Berdasar rekomendasi sebuah TV yang biasa mereview tentang kuliner, saya mencari warung yang menjual pecel rawon.
"Ada 2 Pak, yang menjual pecel rawon. Itu di selatan yang penuh bapak-bapak gowes, dan di barat yang warungnya di atas kali.
Setelah aku cek, yang direkomendasikan adalah warung yang di selatan. Tapi posisi saya lebih dekat dengan warung yang di barat, jadinya saya memilih ke situ.
Ayah yang memesan. Aku dipesan kan pecel rawon, sedang ayah memesan rawon original.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pesanan kami diantar.
Aku langsung tertarik pada pecel rawon yang aku pesan. Tadinya kupikir pecel rawon adalah rawon, yang di atasnya diberi toping daging, dan sayuran termasuk tauge yang disiram Bu kacang/bumbu pecel.

Ternyata ini adalah nasi pecel yang diberi kuah rawon. Bagi aku nggak masalah, sebab Aku memang kurang suka daging. Jadi meski lauknya cuma tempe tanpa daging, nggak masalah.
Tapi interpretasi penjual nya tentang pecel rawon benar juga, dan tak bisa disalahkan. Pecel rawon tentunya pecel yang diberi kuah rawon.