Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Kalau mau ambil saja. Silakan. Tidak usah sungkan -sungkan."
"Saya minta bibitnya saja Mbah, ini bunga kemangi sama biji kenikirnya yang sudah kering!"
"Silakan... silakan..ambil sendiri. Aku siapkan dulu bibitnya!" Mbah Wandi langsung mengambil serokan dan ember untuk menangkap bibit yang kami pesan.

Sudah berkali-kali kami menghubungi penyedia bibit ikan, tapi jarang yang berdomisili di Madiun.
Penyedia bibit yang pertama kali kami hubungi, ternyata tinggal di Sidoarjo. Kemudian ada yang Jombang, Ngawi, Ponorogo. Lumayan jauh, Kami khawatir ikannya tidak bisa bertahan kalau pesan dari tempat yang jauh.
Akhirnya ketemu juga di tempat Mbah Wandi. Padahal itu informasi bibit ditempel di pos ronda, tapi entah kok aku masih ingat. Hehehe..
Akhirnya ketemu lah Mbah Wandi, yang ternyata menyediakan bermacam bibit ikan seperti yang kami inginkan.

Memilih bibit yang berkualitas adalah langkah awal paling krusial dalam budidaya ikan. Bibit yang sehat memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga risiko kematian rendah dan pertumbuhan lebih cepat.
1. Ciri Umum Bibit Ikan yang Sehat
Secara fisik dan perilaku, ketiga jenis ikan ini memiliki kesamaan indikator kesehatan:
-Gerakan Lincah. Ikan yang sehat akan berenang aktif dan cenderung melawan arus jika diletakkan di air yang mengalir.
-Respon terhadap Pakan Bibit yang bagus akan langsung menyambar pakan (rakus) saat diberikan.
-Fisik Sempurna. Tidak ada cacat, sirip utuh, sisik tidak ada yang terkelupas, dan tubuh tidak ada luka atau jamur.
-Ukuran Seragam. Pilih bibit dengan ukuran yang sama (misal: semuanya 5-7 cm). Keseragaman ini penting untuk mencegah persaingan pakan dan kanibalisme, terutama pada ikan bawal dan patin.