Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Bibit apa saja ada. Bawal ada, gurami, ada. Patin juga ada. Lele apalagi, melimpah!"(Mbah Wandi, penyedia bibit ikan di Madiun)
Kebetulan sekali, kami memang sedang membutuhkan bibit ikan patin, gurami dan bawal untuk mengisi kolam yang sedang direvitalisasi. Jadilah kami pergi ke rumah Mbah Wandi untuk mencari bibit ikan yang kami inginkan.
Ada 2 kolam kecil berukuran 2x 1 m2, dan satu kolam agak besar berukuran 2x4 m2. Rencana nya 2 kolam kecil akan kami isi bibit ikan bawal dan ikan patin. Yang satunya lagi diisi bibit ikan gurami.
Sampai di tempat Mbah Wandi, kami langsung menuju ke kolam nya. Ada sekitar 10 kolam. Bibit bawal, patin, gurami, lele, dan ada beberapa kolam yang berisi ikan yang sudah siap konsumsi.
Ada nila, gurami, ikan gabus, patin, dan lele yang sudah besar. Tapi kita sedang tidak membutuhkan ikan konsumsi, kita sedang hunting bibit ikan patin, bawal dan gurami.
Di pinggir kolam banyak tanaman kenikir dan kemangi yang tumbuh subur. Di pojokan juga ada kandang ayam kampung.

" Wah, lengkap nggih Mbah. Sayur dan lauk sudah tersedia, tinggal masak nasinya, hehehe...!"
" Ya ini buat kegiatan saya. Pokoknya tidak pernah berhenti. Ngurusi kolam, ngurusi bibit ikan, kalau longgar ya ngurusi kebun, hehehe...!"
"Kenikir sama kemanginya juga subur nggih, Mbah!"
"Kalau mau ambil saja. Silakan. Tidak usah sungkan -sungkan."
"Saya minta bibitnya saja Mbah, ini bunga kemangi sama biji kenikirnya yang sudah kering!"
"Silakan... silakan..ambil sendiri. Aku siapkan dulu bibitnya!" Mbah Wandi langsung mengambil serokan dan ember untuk menangkap bibit yang kami pesan.

Sudah berkali-kali kami menghubungi penyedia bibit ikan, tapi jarang yang berdomisili di Madiun.
Penyedia bibit yang pertama kali kami hubungi, ternyata tinggal di Sidoarjo. Kemudian ada yang Jombang, Ngawi, Ponorogo. Lumayan jauh, Kami khawatir ikannya tidak bisa bertahan kalau pesan dari tempat yang jauh.
Akhirnya ketemu juga di tempat Mbah Wandi. Padahal itu informasi bibit ditempel di pos ronda, tapi entah kok aku masih ingat. Hehehe..
Akhirnya ketemu lah Mbah Wandi, yang ternyata menyediakan bermacam bibit ikan seperti yang kami inginkan.

Memilih bibit yang berkualitas adalah langkah awal paling krusial dalam budidaya ikan. Bibit yang sehat memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga risiko kematian rendah dan pertumbuhan lebih cepat.
1. Ciri Umum Bibit Ikan yang Sehat
Secara fisik dan perilaku, ketiga jenis ikan ini memiliki kesamaan indikator kesehatan:
-Gerakan Lincah. Ikan yang sehat akan berenang aktif dan cenderung melawan arus jika diletakkan di air yang mengalir.
-Respon terhadap Pakan Bibit yang bagus akan langsung menyambar pakan (rakus) saat diberikan.
-Fisik Sempurna. Tidak ada cacat, sirip utuh, sisik tidak ada yang terkelupas, dan tubuh tidak ada luka atau jamur.
-Ukuran Seragam. Pilih bibit dengan ukuran yang sama (misal: semuanya 5-7 cm). Keseragaman ini penting untuk mencegah persaingan pakan dan kanibalisme, terutama pada ikan bawal dan patin.
2. Tips Spesifik Berdasarkan Jenis Ikan
Ikan Patin
-Warna Kulit: Pilih yang kulitnya mengkilap, bersih, dan tidak berlendir berlebihan.
-Sungut (Kumis): Pastikan sungutnya utuh, tidak patah, dan tidak terlihat kaku/keriting.
-Posisi Berenang: Hindari bibit yang hanya berdiam diri di dasar atau mengambang lemas di pembuangan air.
Ikan Gurami
-Warna Tubuh: Warna bibit gurami yang bagus biasanya dominan (hitam keperakan) tanpa bercak putih atau kemerahan yang mencurigakan.
-Ketahanan: Gurami tumbuh lebih lambat dibanding ikan lain, jadi pastikan bibit berasal dari indukan yang sudah berumur agar benih lebih tangguh terhadap perubahan cuaca.
-Dahi dan Moncong: Pastikan bentuk kepalanya proporsional dan mulutnya bersih (tidak ada sariawan atau bercak putih).
Ikan Bawal
-Agresivitas: Bawal adalah ikan yang sangat aktif. Pilih yang gerakannya paling gesit.
-Kesehatan Insang: Perhatikan area insang; harus bersih dan tidak terlihat kemerahan yang bengkak.
- Warna Perut: Biasanya bawal yang sehat memiliki warna kemerahan di bagian bawah (perut) yang terlihat cerah dan segar.
3. Cara Memastikan Kualitas
Kalau memungkinkan, beli di Hatchery Terpercaya. Utamakan membeli dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) atau balai benih yang sudah bersertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik).
Cek Riwayat Indukan. Bibit yang bagus berasal dari indukan unggul (bukan hasil perkawinan sedarah/inbreeding).
Uji Kejut. Coba goyangkan air atau berikan sedikit hentakan; bibit yang sehat akan merespon dengan cepat dan segera menghindar.
Tips Tambahan: Sebelum menebar bibit ke kolam utama, lakukan aklimatisasi dengan cara mengapungkan plastik berisi bibit di permukaan air kolam selama 15-30 menit agar ikan tidak stres karena perbedaan suhu.