Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Wonolelo. Tepatnya Wonolelo Hill camp yang kali ini menjadi lokasi pertemuan CVI dalam Anniversary Vantastic CVI Jatim yang dilaksanakan oleh CVI Jateng.
Sekilas tentang Wonolelo Hill camp langsung kucermati. Lumayan medannya, tapi view-nya cantik banget, bagai dunia fiksi 2026. Melihat sekilas membuatku sudah merasa berada di antara hamparan awan putih, langit biru dan merapi yang menjulang gagah sekaligus cantik dan indah. Eh, lebay ya....! Nggak kok!
Dari google maps, perkiraan waktu tempuh sekitar 3 jam lebih, tapi aku memperkirakan waktunya bisa 2 kali lipat bahkan lebih, sebab di situ ada istirahat, salat Jumat dan waktu putar-putar saat salah atau terlewat membawa maps.
Aku mengajak Ayah berangkat pagi selepas subuh, jadi saat salat Jumat sudah sampai di Salatiga dan sampai lokasi hari masih terang. Tapi Ayah meremehkannya.
Akhirnya sekitar pukul 08.30 baru berangkat. Sampai di Plaosan pukul 09.30, membuat Ayah semakin santai dan seenaknya. Berhenti berlama-lama sarapan di Pom.bensin, pura-pura isi nitrogen, padahal sudah diisi, sebab berharap sampai di Ngerong sate kelinci sudah buka, dan salat Jumat di situ.
Sejujurnya aku sudah geregetan, planningku jadi mentah dan acak Adul.
Pukul 10.00 wib Ayah malah berhenti di Plaosan, untuk menunggu salat Jumat yang yang baru dilaksanakan sekitar pukul duabelas lebih. Di situ kesabaran ku sudah habis.

"Gini Mas, maksudku, kita salat Jumat di Salatiga, atau di sekitar Palurlah kalau tidak terkejar. Nanti masuk tol Palur sampai Exit tol Salatiga sekitar satengah jam, atau satu jam kalau mau istirahat di rest area. Jadi paling lambat jam 13.00 kita sudah di Salatiga, dan ngemap ke Wonolelo. Mungkin bisa dua sampai tiga jam, soalnya kita sama sekali nggak paham jalan atau Medan, kalau kita persiapkan waktu banyak, nanti sampai lokasi masih terang.
"Nggak. Paling dua- tiga jam sudah sampai!" Ayah sudah nggak mau dibantah, dan berhenti di parkiran masjid ngerong, dan ternyata sate kelincinya nggak buka. Nah Lo!
Begitulah. Akhirnya sekitar pukul 15.00 kita baru masuk tol Karanganyar. Dan pukul 16.30 kita baru keluar exit tol Salatiga karena berhenti dulu di rest area Boyolali. Di rest area Ayah nyuruh aku ngemap ke Wonolelo, tapi nggak bisa. Saat lewat jln tol bisanya ngemap ke exit atau gerbang masuk jalan tol.

"Ngemap ke Ketep.pass, Dek!"kata Ayah saat kami.keluar dari exit tol Salatiga. Dari google maps, waktu tempuh sekitar 1 jam lebih, kalau lancar, sebelum.maghrib bisa sampai lokasi.
Tapi baru di tengah perjalanan hujan turun sangat deras, membuat kita harus berhati-hati. Hari mulai gelap, dan jalan mulai menanjak. Cukup was-was dan mengkhawatirkan.
Pandangan kabur, dan.jalan tidak kelihatan tahu-tahu kita sudah di luar jalur. Sangat beresiko.kalau terus lanjut.
Akhirnya kita berhenti dulu di warung bakso. Biar mental dan stamina Ayah pulih setelah perjalanan yang mendebarkan.
Cerita selanjutnya di artikel.berikutnya ya....