Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Hobi Memasak yang Mendapat Panggung Saat Ramadan

8 Maret 2026   22:44 Diperbarui: 8 Maret 2026   22:44 338 33 11

Hobi memasak yang mendapat panggung saat Ramadan (ilustrasi diolah dengan Meta AI)
Hobi memasak yang mendapat panggung saat Ramadan (ilustrasi diolah dengan Meta AI)

Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang menata ulang ritme harian kita. Di tengah gempuran tren war takjil di pinggir jalan, ada satu hobi yang justru menemukan panggung utamanya di dalam rumah: Memasak.

Bagi sebagian orang, dapur mungkin identik dengan kepulan asap dan cucian piring yang menumpuk. Namun, bagi saya yang jobi memasak dan menjalaninya dengan hati, memasak selama Ramadan telah bertransformasi dari sekadar kewajiban menjadi sebuah bentuk kreativitas, bahkan terapi mental.

1. Dapur Sebagai Ruang 'Digital Detox'

Di era di mana kita sering terjebak dalam doomscrolling media sosial sambil menunggu bedug, memasak menawarkan pengalihan yang nyata. 

Meracik bahan capcay(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Meracik bahan capcay(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Fokus memotong sayur, memfillet daging atau ikan, menakar bumbu, dan memperhatikan perubahan warna masakan memaksa kita untuk hadir sepenuhnya di momen memasak (mindfulness). 

Ini adalah cara terbaik untuk mengalihkan rasa lapar sekaligus mengistirahatkan mata dari layar ponsel.

2. Nostalgia dalam Setiap Suapan

Ramadan selalu lekat dengan memori. Hobi memasak memungkinkan kita menghadirkan kembali resep-resep warisan keluarga yang mungkin jarang tersaji di bulan-bulan biasa.

Membuat hidangan masa kecil yang otentik atau menggoreng tempe tepung yang legend, membuat botok,  bukan sekadar menyiapkan makanan, tapi merawat tradisi dan mengenang kembali momen masa kecil yang hangat.

Membuat botok untuk bernostalgia masa kecil saat membuat buntil dan pelas, botok adalah kombinasi keduanya (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Membuat botok untuk bernostalgia masa kecil saat membuat buntil dan pelas, botok adalah kombinasi keduanya (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

3. Eksperimen Kuliner yang Tak Terbatas

Bulan puasa adalah waktu terbaik untuk mengeksplorasi resep baru. Banyak orang memanfaatkan waktu luang sebelum berbuka untuk mencoba hidangan yang sedang viral atau memodifikasi menu tradisional menjadi lebih modern. 

Dari mencoba teknik slow cooking untuk rendang yang lebih meresap, atau tahu dan  tempe bacem, hingga membuat kudapan sehat rendah gula, dapur menjadi laboratorium kreativitas yang tak pernah membosankan.

Tahu tempe dan daging bacem yang dimodifikasi dengan irisan cabai dan tomat (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Tahu tempe dan daging bacem yang dimodifikasi dengan irisan cabai dan tomat (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

4. Memasak adalah Bahasa Kasih (Love Language)

Ada kepuasan tak ternilai saat melihat keluarga atau sahabat menyantap hidangan yang kita buat dengan penuh usaha. Memasak untuk orang lain adalah bentuk sedekah yang paling personal. Dalam setiap takaran bumbu yang pas, terselip doa dan harapan agar ibadah puasa orang-orang tersayang semakin bersemangat.

Tips Menikmati Hobi Memasak di Bulan Puasa

Yuk kita simak beberapa tips menikmati hobi memasak di Bulan Ramadan

Memasak bisa menjadi love language (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Memasak bisa menjadi love language (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

1. Food Prep adalah Kunci:

Siapkan bumbu dasar atau potong sayuran di malam hari agar waktu memasak menjelang buka lebih santai dan tidak terburu-buru.

2. Eksplorasi Bahan Lokal:

Manfaatkan kekayaan hasil bumi lokal yang melimpah saat Ramadan untuk mendapatkan rasa yang paling segar.

3. Libatkan Keluarga: 

Ajak pasangan atau anak-anak untuk membantu tugas ringan. Ini akan membangun kedekatan (bonding) yang berkualitas.

Kesimpulan

Memasak di bulan Ramadan bukan lagi soal "apa yang dimakan", tapi tentang "bagaimana prosesnya". Dengan menjadikan memasak sebagai hobi, rutinitas di dapur tidak akan terasa melelahkan. Sebaliknya, ia akan menjadi ruang di mana kreativitas bertemu dengan spiritualitas, menghasilkan sajian yang tidak hanya mengenyangkan perut, tapi juga menyenangkan jiwa.

Yuk simak reelnya


#Event

#Blogcompetition

#Ramadan bercerita 2026

#Ramadan bercerita 2026 hari 19

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3