Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

"Mohon maaf lahir dan batin. Saya selesai, Ibu-ibu juga selesai. Kita saling memaafkan. Kosong-kosong"(Atik Darmawati, Bu RT 11 Desa Krandegan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun)
Lebaran usai sudah, tapi berhubung masih berada di bulan Syawal, acara silaturrahmi dan halal bihalal masih mewarnai lingkungan sekitar.
Saling memaafkan dan ridho atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja membuat hati para mamah di RT 11 riang dan bahagia.
Jumat (03/04/2026) adalah acara pertemuan rutin para mamah RT 11 setelah beberapa waktu vakum menyambut hari raya idul Fitri 1447 H.

Lingkup Rukun Tetangga (RT) seringkali dianggap sebagai unit terkecil dalam sistem pemerintahan. Namun, bagi perempuan, termasuk mamah-mamah RT 11, RT adalah panggung utama untuk mengaktualisasikan diri, menebar manfaat, sekaligus memperkuat fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagi para mamah RT 11, aktualisasi diri bukan sekadar eksistensi, melainkan upaya perempuan untuk memaksimalkan potensi pribadinya demi kesejahteraan diri sendiri , keluarga dan lingkungan.
Pertemuan rutin RT 11 kali ini menjadi istimewa, sebab selain acara rutin digelar ada acara tambahan halal bihalal dengan bersama -sama mempersiapkan hidangan secara saweran.

Tidak harus mahal dan menekan, cukup apa yang dipunyai dipersilakan oleh Bu RT untuk dibawa dan dinikmati bersama. Bu RT sendiri membawa ayam utuh dan Saya juga cuma membawa tempe goreng tepung.
Ada yang membawa sayuran, lauk, kue-kue lebaran, dan jajanan. Ada juga yang membawa nasi. Ada es podeng, air minum kemasan, susu kedelai. Pokoknya lengkap, dan yang terpenting, suka rela dan tidak memberatkan, semua kita hargai dan dinikmati bersama. Yang tersisa dibagi rata untuk dibawa pulang, semua puas dan bahagia.
Bagi para mamah RT 11, Sebagai bagian dari NKRI, partisipasi perempuan di tingkat RT merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai Pancasila, khususnya gotong royong, saling mengenal dan bekerja bersama untuk kesejahteraan bersama dalam lingkungan yang kondusif.

Perempuan bukan hanya pendukung, melainkan penggerak roda sosial melalui berbagai peran, seperti:
1. Penggerak Literasi Kesehatan & Gizi
Melalui Posyandu atau PKK, perempuan berperan memastikan generasi penerus bangsa tumbuh sehat dan bebas stunting. Ini adalah kontribusi langsung terhadap ketahanan nasional. Hal ini juga diupayakan oleh para mamah warga RT 11, Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun yang melaksanakan dalam kegiatan pertemuan rutin RT setiap Jumat sore, seminggu sekali.
2. Penyambung Lidah Kebijakan

Perempuan di tingkat RT seringkali menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan program pemerintah, mulai dari pengelolaan sampah (Bank Sampah) hingga kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan warga sekitar, di antaranya dengan melaksanakan halal bihalal setelah lebaran usai, dan semua warga yang mudik telah kembali ke rumah.
3. Deteksi Dini Masalah Sosial
Kepekaan perempuan membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan, mencegah konflik, serta menjaga keamanan lingkungan melalui komunikasi yang intens.
Aktualisasi diri berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan. Ketika seorang perempuan merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkarya di lingkungannya, ia akan merasa lebih berdaya.

Perempuan yang bahagia adalah jantung dari rumah tangga yang harmonis. Dari kebahagiaan inilah lahir pola asuh yang penuh kasih, yang nantinya membentuk karakter anak sebagai warga negara yang baik.
Interaksi sosial di tingkat RT, seperti pertemuan rutin atau kegiatan wisata bersama, menjadi sarana "digital detox" yang sehat dan tempat berbagi solusi (support system) yang efektif untuk menjaga kesehatan mental.
Perempuan yang aktif secara positif di tingkat RT secara tidak langsung menjadi role model bagi lingkungan sekitarnya. Keteladanan ini muncul dari:
1. Kedisiplinan
Mengelola waktu antara urusan domestik dan tanggung jawab sosial.
2. Integritas
Kejujuran dalam mengelola kas RT atau bantuan sosial, atau dana bersama seperti arisan dan tabungan.
3. Empati
Kepedulian terhadap tetangga yang sedang mengalami kesulitan tanpa memandang latar belakang.

Secara makro, aktifnya perempuan di tingkat akar rumput memberikan stabilitas nasional. Lingkungan RT yang solid dan rukun akan meminimalkan potensi gesekan horizontal.
Dengan menjadi perempuan yang cerdas, bahagia, dan aktif, mereka tidak hanya membangun lingkungan yang nyaman untuk ditinggali, tetapi juga sedang merajut tenun kebangsaan yang kokoh dari tingkat yang paling mendasar.
Aktualisasi perempuan di tingkat RT adalah sebuah pengabdian yang mulia. Dengan berperan aktif, perempuan tidak hanya menemukan jati dirinya, tetapi juga menjadi pilar yang memastikan NKRI tetap berdiri tegak melalui kerukunan dan kesejahteraan warga di sekitarnya.
Sehat dan bahagia selalu para mamah RT 11, jangan lupa bahagia. Semoga kita semakin guyup, rukun dan solid dalam membangun keutuhan dan kebermanfaatan di lingkungan kita khususnya, dan lebih luas sebagai pilar yang kokoh untuk stabilitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara.