Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Menikmati keindahan Wisata Tugu Reog dan Gunung Gamping ternyata bisa mendapat manfaat dari ruang kosong berpaving. Tak peduli tentang cerita lansia yang ikut berwisata sampai batita dan balita yang dimanjakan dengan wahana mobil listrik yang disewakan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata tugu reog Ponorogo yang berlokasi di Kecamatan Sampung.
Ruang kosong berpaving yang telah tertata itu bisa dimanfaatkan untuk pentas budaya seni reog dan kesenian rakyat yang biasa digelar di sini. Juga dimanfaatkan untuk upacara dan menyambut para pejabat yang datang ke lokasi wisata. Awal yang bagus untuk sebuah wisata budaya dan wisata alam yang sedang bertransformasi.
Bahkan saat ini ada pasar malam yang masih beroperasi di malam hari, tapi tak lama lagi akan berpindah tempat.

"Ngeng....ngeng...ngeng... !" Anak-anak juga dimanjakan oleh wahana mobil listrik mainan yang disewakan dengan harga terjangkau.
"Pak, ini sewanya untuk berapa menit, atau jam?"
Saya mencoba bertanya pada Bapak pengelola persewaan mobil listrik.
"Sudah disetting, Bu. Pokoknya nanti kalau waktunya habis, mobilnya berhenti sendiri!"
"Ini ada berapa Pak, mobil mainan nya yang disewakan?"
"Sepuluh ribu, Bu?"
"Hah? Banyak amat?" Aku kaget. Ternyata bapak nya salah paham. Saya tanya jumlah mobil yang disewakan, jawabnya harga sewanya. Hihihi...
"Bukan harga sewanya, tapi jumlah armada nya, Pak!"
"Oalah, banyak Bu. Tapi yang saya bawa ke sini cuma 3. Ini saja yang satu error. Sepertinya kabel nya putus.
"O, ya sudah. Monggo diperbaiki dulu!"
Saya beralih pada Bu Tiara yang putranya baru saja menyewa mobil listrik mainan.
"Durasi operasional mobilnya berapa menit, Mbak? Saya bertanya pada Bu Tiara yang biasa saya panggil Mbak Yaya.
"Seperempat jam? Setengah jam? Atau satu jam?"
"Sekitar 15 menit, Bu!" Jawab Mbak Tiara sambil melirik arlojinya.
Mungkin cukup sepadan ya, 10 ribu untuk waktu bermain 15 menit sudah membuat anak-anak puas dan gembira.

Sementara mamah-mamah yang lain, dengan semangat Kartini banyak yang naik ke atas untuk melihat kondisi monumen reog yang sedang dalam proses pembangunan. Saya menunggu di dalam bangunan gedung yang terletak di tengah lokasi wisata. Mungkin ini yang menjadi basecamp.
Di sini juga terdapat toilet yang bisa digunakan dengan membayar 2 ribu rupiah, dan anjuran untuk menghemat air.
Di sini juga ada wahana untuk melatih kreatifitas dan motorik anak dengan mewarnai gambar yang disediakan.
Kali ini Mbak Deas dan Mbak Ani yang menemani putra dan keponakan nya berlatih mewarnai gambar.
Anak-anak cukup antusias melakukan aktivitas ini.

Tak lama saya merasa haus, dan ternyata ada juga mamah-mamah yang juga sedang menikmati minum dan jajanan yang tersedia.
Sepertinya saya tergoda oleh rayuan pulau kelapa. Eh...lambaian kelapa muda, maksudnya. Hehehe...
Saya segera ikut bergabung dengan mamah-mamah yang sudah asyik menikmati minuman dan jajanan yang tersedia di lapak sambil sedikit mengobrol dengan para pelaku UMKM yang memanfaatkan lapak yang ada. Lain kali kita kepoin tentang lapak penjual makanan di sini.
Sekarang kita simak videonya dulu ya ...