Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Memasuki bulan Suro untuk kalender Jawa, bersamaan dengan awal Muharam untuk kalender Hijriyah di Ponorogo diadakan acara Grebeg Suro.
Mbah Mul, bolo camping kita dari Kediri sudah jauh-jauh hari mengutarakan keinginan untuk bisa menyaksikan rangkaian grebeg suro di Telaga Ngebel yang berupa larung buceng di Telaga Ngebel. Suami saya pun langsung setuju. Kita berencana camping semalam di lokasi wisata telaga ngebel dan siangnya menyaksikan acara grebeg suro, khusus nya Larung sesaji.
Selepas Isya' malam 1 Muharam, bertepatan malam 1 suro, dan tanggal 15 Juni untuk kalender Masehi Masehi malam tanggal 16, Mbah Mul bersama Tante Etik , dan Om Kelik bersama Tante Monik beriringan melakukan perjalanan sebagai momen Hijrah malam tahun baru Hijriah menuju Madiun.
Saya mencari info di Facebook, apakah jalan di sekitar telaga ngebel ditutup karena ada kirab obor. Ternyata menurut akun Facebook yang saya tanya memberi informasi kalau jalan tetap dibuka untuk umum. Alhamdulillah, berarti kita bisa menuju ngebel.
Saya dan suami menunggu di Dolopo untuk bergabung menuju telaga ngebel. Pukul 21.17 kami menunggu di dekat Polsek Dolopo.
Sekitar setengah jam, rombongan Kediri sampai, dan kami mampir dulu di Bakmi Pak Giyo yang legendaris untuk mengisi perut. Kebetulan tadi habis berbuka dengan takjil bakso tahu sekarang sudah lapar lagi. Eh...
Usai mengisi perut, perjalanan menuju telaga ngebel berlanjut. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.47. Sudah cukup malam, jalanan begitu sepi. Di beberapa lokasi tidak ada penerangan sama sekali. Beruntung jalan arah ngebel dari Dolopo sudah diperbaiki, setelah dulu pernah rusak parah.

Setelah sempat nyasar salah arah dan harus putar balik, akhirnya sampai juga di portal telaga ngebel. Biasanya sehabis Maghrib portal sudah free, tapi ternyata kali ini dijaga banyak petugas dan harus bayar penuh. Eh .. hehehe.
Masuk lokasi telaga, jalanan cukup padat, banyak sepeda motor parkir, dan pawai obor keliling telaga sedang berlangsung. Sementara di area parkir masuk telaga ngebel ada acara ngaji malam 1 suro.
Kendaraan sementara kami parkir dulu, menunggu kirab obor usai, barulah kita bisa melanjutkan perjalanan. Sesuai rencana, kami akan camping di parkiran dekat dermaga dan tidak jauh dari masjid.

Usai peserta terakhir pawai obor berlalu, kami melanjutkan perjalanan pelan-pelan. Tapi ternyata rombongan kirab bisa tersusul. Akhirnya kami bertiga lewat pesan HT sepakat untuk berhenti dulu di tepi telaga sampai rombongan terakhir kirab obor sampai di lokasi.
Dari arah dermaga terlihat cahaya terang sokle yang berpendar- pendar dan suara doa malam 1 suro sedang dibacakan sebagai penutup acara.
Akhirnya kami kembali melanjutkan momen Hijrah 1 Muharam yang bertepatan dengan 1 suro ini dalam keheningan. Bismillahirrahmanirrahim....
Alur jalan agak kacau, sehingga terkadang kita harus berpapasan dengan kendaraan yang berlawanan arah, padahal biasanya keliling telaga merupakan jalan 1 arah.
Melewati dermaga, tempat air mancur menari, ternyata jalan ditutup, sehingga kita harus berbelok melewati jalan alternatif, sedang parkiran yang rencananya akan kita pakai sebagai tempat camping berada di wilayah terlarang untuk dilewati.
Akhirnya kami kembali menuju tempat parkir yang dipergunakan untuk pengajian dan tempat kios buah-buahan.

Ternyata di sini malah longgar dan diperbolehkan. Pengajian juga sudah usai. Kami memutuskan untuk bermalam di sini dan tidur di dalam mobil tanpa buka tenda. Besok usai subuh, barulah kami menuju parkiran dekat lokasi Larung sesaji, berharap jalan sudah dibuka.

Akhirnya pagi sudah menyapa, dan kita pagi-pagi langsung menuju lokasi parkir yang kami inginkan. Beruntung masih banyak yang kosong, meski tempat nya sedikit bergeser, bukan parkiran yang kami inginkan, tapi lokasinya bersebelahan. Malah lebih dekat dengan masjid.

Di sini kami buka auning dan menata meja kursi untuk bersantai, sarapan, dan menunggu saat acara karung sesaji dilaksanakan.
Sebelum lanjut ke acara larung sesaji, yuk simak dulu video perjalanan momen Hijrah kita di malam 1 Muharam yang bertepatan dengan malam 1 suro.