Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Suran, Buceng Golong, Mie Djawa dan Momen Hijrah di Tahun Baru Hijriah

27 Juni 2026   23:40 Diperbarui: 28 Juni 2026   00:10 150 2 0

Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Malam ini, malam Minggu di RT 11 Desa Krandegan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun ada sesuatu yang istimewa. Di halaman Musala RT 11 diadakan acara Suran.

Sedang ditinjau dari kacamata Islam, bulan Suro bertepatan dengan bulan Muharram yang merupakan awal bulan tahun hijriah yang merupakan momen Hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah.

Berasal dari kata Suro dan akhiran -an, Suran adalah tradisi Jawa mengadakan selamatan di bulan suro untuk memohon keselamatan lahir batin, dunia akherat pada sang Maha Agung. Begitulah kira-kira yang diuraikan oleh Bu RT tentang makna dan tujuan diadakannya acara Suran ini.

Di samping itu, acara seperti ini juga bisa menambah keakraban dan kerukunan warga. Dengan sering bertemu dan berinteraksi kita bisa tahu kabar masing-masing dan membuat hubungan antar tetangga di satu RT lebih dekat dan akrab.

Buceng Golong (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Buceng Golong (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Seperti biasanya, kita para mamah saweran membawa kelengkapan buceng atau tumpeng. Bu RT membawa ayam, ada yang membawa buah, ada yang membawa gorengan dari tahu pisang tempe, molen, onde-onde, dan jajanan lainnya. Ada yang membawa oseng kates yang menjadi primadona, segar dan pedas. Pokoknya lengkap.

Bu Anam membuat buceng golong. Buceng Golong nasi putih itu seperti nasi ambeng, tapi nasinya dibentuk bulat dan berjumlah 7 buah. 

Buceng Golong ini mempunyai filosofi:

1. Kebulatan tekad

Nasi yang dibentuk bulat (digolong) melambangkan tekad yang bulat, kesatuan hati, dan pikiran yang fokus dalam mencapai suatu tujuan.

2. Simbol Angka 7

Dalam budaya Jawa, angka tujuh sering diartikan sebagai pitulungan yang bermakna  permohonan pertolongan Tuhan berupa keselamatan, dan keberkahan.

Assalamualaikum.. sekarang saya ada di acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Assalamualaikum.. sekarang saya ada di acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

3. Persatuan

Tujuh bulatan nasi yang disatukan menjadi lambang bahwa persatuan dan kebersamaan akan menciptakan kekuatan yang besar.

4. Hati yang Bersih

Nasi putih yang digunakan bermakna kesucian, lambang niat yang tulus dan bersih dalam memanjatkan doa, semata karena Allah tempat memohon segala sesuatu.

Setelah ditutup nasi, di atasnya diberi kelengkapan buceng seperti urap, bihun, ayam goreng/panggang/balado, telur, sambal goreng kentang dan terkadang serundeng.

Saya yang semula bingung, akhirnya membuat mie Djawa agar tidak meninggalkan nuansa jawanya. Sehingga"wong jowo ora ilang jowone"(orang Jawa tidak kehidupan identitas jawanya).

Mie Jawa buatan ku, hehehe (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Mie Jawa buatan ku, hehehe (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Kalau menurut kepercayaan Thionghoa, mie melambangkan panjang umur. Tapi ini mie panjang umur untuk orang Jawa, jadi topingnya saya beri telur dan ayam, bukan seafood. Sedang sayuran nya saya tambahkan kol agar lebih sehat. Jadi dari segi gizi sudah tercukupi, ada karbohidrat, sayuran dan protein. 

Mie Djawa ini juga bisa dikategorikan sebagai real food, sebab bukan mie instan, tapi dibuat dengan racikan sendiri dan bahan slow food yang masih segar, bukan Frozen food.

Eh, kembali ke Suran ya....

Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Acara dimulai dengan sambutan dari Bapak Kustim, ketua RT 11. Dalam sambutannya beliau memanjatkan doa keselamatan lahir batin dan keselamatan dunia akhirat bagia seluruh warga. Juga mengharapkan persatuan, kesatuan dan kerukunan bisa tercipta dalam lingkungan RT 11.

Selanjutnya pembacaan doa dan makna Tahun Baru Hijriah serta keistimewaan bulan Muharram yang bertepatan dengan bulan Suro disampaikan oleh Bapak Haji Purwadi.

Beliau menyampaikan, tahun hijriah ini diawali dari hijrah nya Rasulullah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari gangguan dari kaum Quraish.

Sedang bulan Muharram menjadi bulan istimewa, karena banyak kejadian penting yang dialami para nabi terjadi di bulan Muharram, khusus nya tanggal 10 Muharam, seperti:

-Penyelamatan Nabi Musa AS dari Firaun. Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan kaum Bani Israil dengan membelah Laut Merah sehingga mereka terbebas dari kejaran Raja Firaun.

-Berlabuhnya Kapal Nabi Nuh AS. Setelah banjir besar melanda bumi, kapal Nabi Nuh AS akhirnya berlabuh dengan selamat di Gunung Judi.

-Keselamatan Nabi Ibrahim AS: Nabi Ibrahim AS diselamatkan oleh Allah SWT dari kobaran api yang membakar yang dibuat oleh Raja Namrud.

-Bebasnya Nabi Yusuf AS: Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara setelah sekian lama difitnah.

- Awal Tahun Baru Islam: 1 Muharram ditetapkan sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriah.

Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Selain itu, Pak Haji Purwadi menyatakan, banyak cara dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam, tetapi mempunyai tujuan yang sama untuk memohon keselamatan dan ridho Allah dengan caranya sendiri-sendiri.

Seperti orang Jawa, biasa bersih desa atau membersihkan dan melakukan ritual di tempat yang dikeramatkan seperti punden. 

Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Acara Suran RT 11 (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Tapi sebagai muslim, kita terbiasa untuk berdoa memohon keselamatan dari musibah dan bala, karena di bulan Muharam juga terjadi peristiwa Karbala, terbunuhnya cucu Rasulullah Husein bin Ali di Padang Karbala.

Kita juga disarankan memperbanyak puasa di bulan Muharam seperti puasa ta'sua dan Asyura pada 9 dan 10 Muharam.

Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan menikmati hidangan yang disajikan oleh para mamah RT 11. Semoga semuanya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan keberkahan, dan yang sakit segera diberi kesembuhan. Aamiin.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4