Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Liburan Minim budget dan liburan Minim Gadget adalah liburan, bahkan aktivitas yang sudah lama kita ikuti berdua bersama suami.
Bergabung bersama komunitas Camping adalah pilihan yang dipilih suami usai menjalani masa purna tugas sejak 2 tahun yang lalu, dan Aku dengan senang hati ikut menemani.
Terdaftar dalam komunitas Camper Van Indonesia Wirotaman dan Camping Adventure Family Mampiro membuat kami sering mengikuti acara liburan Minim budget dan liburan Minim Gadget.
Kenapa minim budget?
Yah pastinya kita tidak perlu membayar biaya menginap yang besar karena kita menginap di tenda.
Biasanya cukup sewa lahan bersama yang sangat murah sekitar 50 ribu/ kendaraan (KR). Untuk konsumsi kita juga biasa mbawa dari rumah, bahan mentah dan dimasak di lokasi camping, atau membawa bekal matang siap konsumsi.
Liburan minim gadget?
Biasanya lokasi camping kami di daerah yang tinggi yang agak susah terjangkau, sehingga sinyal lemah. Daripada susah cari sinyal dan emosi karena sinyal yang datang dan pergi semaunya, mending tidak menggunakan gadget sekalian.
Tapi tetap saja kami memanfaatkan Gadget untuk mengabadikan momen camping dan keindahan views di lokasi dengan foto dan video.

"Walah, jauh Mas! Ikut yang dekat-dekat saja!" Kataku malas.
"Ini dekat, nanti lewat tol paling cuma 2 jam!"
"Lewat tol kan butuh biaya!".
"Ya nanti kita masuk tolnya dari Tol palur Karanganyar. Cuma sekitar setengah jam, paling nggak sampai 100 ribu!"
"Ya, sudah. Kirim mapsnya!"
Aku lihat mapsnya sepertinya memang cukup mudah dipelajari dan posisinya jelas. Apalagi kami pernah ikut acara ngecamp di Dung Kluruk yang tidak terlalu jauh dari Spekta Merbabu.
Singkat cerita kami berangkat pagi sekitar pukul 07.30 dari Madiun usai sarapan.
Via Sarangan- Tawangmangu -Karanganyar rutenya cukup kami kenal dan biasa dilewati sehingga perjalanan cukup lancar dan tidak ada kendala berarti.
Kami cuma berhenti untuk isi BBM dan ke toilet.
Masuk tol Karanganyar sekitar pukul 10.07 dan Aku langsung ngemaps ke exit tol Salatiga biar tidak terlewat. Jalur tol pastinya lancar bebas hambatan. Apalagi kita tidak berhenti di rest area.
Sekitar pukul 11.00 kita sudah keluar dari exit tol Salatiga dan langsung ngemaps ke Spekta Merbabu.
Alhamdulillah perjalanan lancar dan jalan beraspal mulus. Mendekati lokasi jalan agak menanjak dan menurun, tapi jalannya juga lumayan bagus, sedikit beraspal.
Menjelang dhuhur Kami sudah memasuki Gerbang spekta Merbabu.
Setelah ijin dan sedikit konfirmasi di loket masuk, kami dipersilakan lanjut.
"Campber bersama CVI Jogja lokasi nya di mana, Pak?" Tanya suami.
"Silakan cari tempat sesuai keinginan, Pak!"
Petugas loket mempersilakan. Membuat kami sedikit bingung, dan kembali melaju pelan menuju atas.

"Atas penuh!" Ada yang memberi informasi, membuat suami menghentikan mobil.
" Itu ada Om Edi," kata suami sambil berbelok ke arah kanan. Di sana ada peserta yang kami kenal.
"Kanan penuh, Pak. Ke kiri saja. Ini ada yang sudah mau keluar!"
Ada yang memberi informasi dan memandu mengarahkan kami untuk berbelok ke kiri yang tak kalah penuh tempat nya, membuat kami berhenti di tempat.
"Baru datang, Om?" Ada yang menyapa.
"Iya! Dari mana Om?"
"Dari Banyuwangi, sudah mau pulang ini!"
"Lho, kok buru-buru Om?"
"Iya, kami berombongan sudah hampir seminggu!"
"Oalah! Ya sudah, Monggo. Hati-hati, lancar di perjalanan!"
"Aamiin... Terima kasih!"

Ternyata benar. Area yang penuh, tak lama sudah kosong, sehingga kami bisa memilih lokasi ideal. Tidak jauh dari toilet, dekat kran untuk cuci-cuci.
Tapi Musala dan sekretariat panitia jauh, dan tempat nya di atas sekitar 300-500 meter.
Untuk lokasi datar mungkin tidak terlalu jauh, tapi karena jalannya terus menanjak, pastinya butuh energi dan stamina ekstra.
Akhirnya kita kasih alas saja di depan tenda untuk salat.

Alhamdulillah, sumber listrik aman dan air mengalir lancar, 2 fasilitas vital untuk camping tersedia, dan tempat nya tenang tidak menggangu kekusyukan beribadah.
Di sini juga suasana nya teduh dan hening. Nyaman sekali untuk segera buka tenda dan beristirahat. Mengisi perut juga.

Kami bisa segera menikmati bekal camilan dari rumah. Ada lapis kukus, dan bisa memasak kuah untuk pangsit dan tahu bakso yang kami bawa.
Kebetulan ada panci elektrik serbaguna, sehingga bisa mendidihkan air untuk minum dan membuat kuah pangsit rebus.

Daya listrik juga cukup besar, jadi kami bisa menggunakan panci listrik serbaguna untuk merebus, menggoreng, mengukus dan memasak nasi tanpa menggunakan kompor gas. Eh ..kok jadi berbau promosi. Hihihi...
Selesai menata tenda dan dapur, kami saling menyapa dengan peserta lain sambil berkenalan. Bahkan beberapa ternyata sudah kami kenal sebelumnya karena sudah pernah bertemu di acara camping CVI yang sama-sama kami ikuti.
Sampai di sini dulu, ya. Nanti kita lanjut di artikel yang lain.
Yuk simak videonya.