Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Spekta Merbabu: Camping Hening Minim Budget dan Liburan Minim Gadget

7 Juli 2026   12:28 Diperbarui: 7 Juli 2026   13:18 348 27 10

Spekta Merbabu: Camping yang Hening Minim Budget dan Liburan Minim Gadget(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Spekta Merbabu: Camping yang Hening Minim Budget dan Liburan Minim Gadget(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Liburan Minim budget dan liburan Minim Gadget adalah liburan, bahkan aktivitas yang sudah lama kita ikuti berdua bersama suami. 

Bergabung bersama komunitas Camping adalah pilihan yang dipilih suami usai menjalani masa purna tugas sejak 2 tahun yang lalu, dan Aku dengan senang hati ikut menemani.

Terdaftar dalam komunitas Camper Van Indonesia Wirotaman dan Camping Adventure Family Mampiro membuat kami sering mengikuti acara liburan Minim budget dan liburan Minim Gadget.

Kenapa minim budget?

 Yah pastinya kita tidak perlu membayar biaya menginap yang besar karena kita menginap di tenda. 

Biasanya cukup sewa lahan bersama yang sangat murah sekitar 50 ribu/ kendaraan (KR). Untuk konsumsi kita juga biasa mbawa dari rumah, bahan mentah dan dimasak di lokasi camping, atau membawa bekal matang siap konsumsi.

Liburan minim gadget? 

Biasanya lokasi camping kami di daerah yang tinggi yang agak susah terjangkau, sehingga sinyal lemah. Daripada susah cari sinyal dan emosi karena sinyal yang datang dan pergi semaunya, mending tidak menggunakan gadget sekalian. 

Tapi tetap saja kami memanfaatkan Gadget untuk mengabadikan momen camping dan keindahan views di lokasi dengan foto dan video.

Spekta Merbabu: Camping yang Hening Minim Budget dan Liburan Minim Gadget(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Spekta Merbabu: Camping yang Hening Minim Budget dan Liburan Minim Gadget(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
"Dek, ayo ikutan Campber di Spekta Merbabu. Ini yang ngadain CVI Jogja. Siapa tahu ada yang dari Purworejo!"

"Walah, jauh Mas! Ikut yang dekat-dekat saja!" Kataku malas.

"Ini dekat, nanti lewat tol paling cuma 2 jam!"

"Lewat tol kan butuh biaya!". 

"Ya nanti kita masuk tolnya dari Tol palur Karanganyar. Cuma sekitar setengah jam, paling nggak sampai 100 ribu!"

"Ya, sudah. Kirim mapsnya!"

Aku lihat mapsnya sepertinya memang cukup mudah dipelajari dan posisinya jelas. Apalagi kami pernah ikut acara ngecamp di Dung Kluruk yang tidak terlalu jauh dari Spekta Merbabu.

Singkat cerita kami berangkat pagi sekitar pukul 07.30 dari Madiun usai sarapan.

Via Sarangan- Tawangmangu -Karanganyar rutenya cukup kami kenal dan biasa dilewati sehingga perjalanan cukup lancar dan tidak ada kendala berarti.

Kami cuma berhenti untuk isi BBM dan ke toilet.

Masuk tol Karanganyar sekitar pukul 10.07 dan Aku langsung ngemaps ke exit tol Salatiga biar tidak terlewat. Jalur tol pastinya lancar bebas hambatan. Apalagi kita tidak berhenti di rest area.

Sekitar pukul 11.00 kita sudah keluar dari exit tol Salatiga dan langsung ngemaps ke Spekta Merbabu.

Alhamdulillah perjalanan lancar dan jalan beraspal mulus. Mendekati lokasi jalan agak menanjak dan menurun, tapi jalannya juga lumayan bagus, sedikit beraspal.

Menjelang dhuhur Kami sudah memasuki Gerbang spekta Merbabu.

Setelah ijin dan sedikit konfirmasi di loket masuk, kami dipersilakan lanjut.

"Campber bersama CVI Jogja lokasi nya di mana, Pak?" Tanya suami.

"Silakan cari tempat sesuai keinginan, Pak!"

Petugas loket mempersilakan. Membuat kami sedikit bingung, dan kembali melaju pelan menuju atas.

Alhamdulillah, sudah dapat tempat nyaman dan hening, dekat toilet (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Alhamdulillah, sudah dapat tempat nyaman dan hening, dekat toilet (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

"Atas penuh!" Ada yang memberi informasi, membuat suami menghentikan mobil.

" Itu ada Om Edi," kata suami sambil berbelok ke arah kanan. Di sana ada peserta yang kami kenal.

"Kanan penuh, Pak. Ke kiri saja. Ini ada yang sudah mau keluar!" 

Ada yang memberi informasi dan memandu mengarahkan kami untuk berbelok ke kiri yang tak kalah penuh tempat nya, membuat kami berhenti di tempat.

"Baru datang, Om?" Ada yang menyapa.

"Iya! Dari mana Om?"

"Dari Banyuwangi, sudah mau pulang ini!"

"Lho, kok buru-buru Om?"

"Iya, kami berombongan sudah hampir seminggu!"

"Oalah! Ya sudah, Monggo. Hati-hati, lancar di perjalanan!"

"Aamiin... Terima kasih!"

Alhamdulillah, dapat tempat yang aman nyaman dan hening(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Alhamdulillah, dapat tempat yang aman nyaman dan hening(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Ternyata benar. Area yang penuh, tak lama sudah kosong, sehingga kami bisa memilih lokasi ideal. Tidak jauh dari toilet, dekat kran untuk cuci-cuci. 

Tapi Musala dan sekretariat panitia jauh, dan tempat nya di atas sekitar 300-500 meter.

Untuk lokasi datar mungkin tidak terlalu jauh, tapi karena jalannya terus menanjak, pastinya butuh energi dan stamina ekstra.

Akhirnya kita kasih alas saja di depan tenda untuk salat.

Dadar telur pakai panci elektrik serbaguna, praktis ekonomis karena listrik gratis (Dokumentasi pribadi; Isti Yogiswandani)
Dadar telur pakai panci elektrik serbaguna, praktis ekonomis karena listrik gratis (Dokumentasi pribadi; Isti Yogiswandani)

Alhamdulillah, sumber  listrik aman dan air mengalir lancar, 2 fasilitas vital untuk camping tersedia, dan tempat nya tenang tidak menggangu kekusyukan beribadah.

Di sini juga suasana nya teduh dan hening. Nyaman sekali untuk segera buka tenda dan beristirahat. Mengisi perut juga. 

Yuk membuat kuah pangsit dan tahu bakso dulu, hangat-hangat di udara dingin sungguh pas, hehehe(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Yuk membuat kuah pangsit dan tahu bakso dulu, hangat-hangat di udara dingin sungguh pas, hehehe(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Kami bisa segera menikmati bekal camilan dari rumah. Ada lapis kukus, dan bisa memasak kuah untuk pangsit dan tahu bakso yang kami bawa. 

Kebetulan ada panci elektrik serbaguna, sehingga bisa mendidihkan air untuk minum dan membuat kuah pangsit rebus. 

Daya listrik yang tersedia membuat Aku bisa memanfaatkan panci elektrik serbaguna(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Daya listrik yang tersedia membuat Aku bisa memanfaatkan panci elektrik serbaguna(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Daya listrik juga cukup besar, jadi kami bisa menggunakan panci listrik serbaguna untuk merebus, menggoreng, mengukus dan memasak nasi tanpa menggunakan kompor gas. Eh ..kok jadi berbau promosi. Hihihi...

Selesai menata tenda dan dapur, kami saling menyapa dengan peserta lain sambil berkenalan. Bahkan beberapa ternyata sudah kami kenal sebelumnya karena sudah pernah bertemu di acara camping CVI yang sama-sama kami ikuti.

Sampai di sini dulu, ya. Nanti kita lanjut di artikel yang lain.

Yuk simak videonya.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6