
Kalium sangat berperan dalam membantu pembentukan bunga dan buah, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
Sementara itu, kulit melon juga tidak kalah menarik. Meski sering dianggap tidak berguna, kulit melon mengandung bahan organik yang mudah terurai, sehingga menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme selama proses fermentasi.

Setelah berubah menjadi POC, kandungan nutrisinya dapat dimanfaatkan tanaman untuk memperbaiki pertumbuhan akar maupun daun.
Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Kulit pisang dan kulit melon dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah terurai.
Potongan kulit kemudian dimasukkan ke dalam jerigen plastik yang bersih.
Selanjutnya ditambahkan air secukupnya, gula merah atau molase sebagai sumber energi bagi mikroba, serta aktivator seperti EM4 agar fermentasi berlangsung lebih cepat.
Setelah semua bahan tercampur, wadah ditutup rapat. Tutup jerigen dipasang selang yang diarahkan ke botol berisi air.
Gelembung udara yang muncul di botol menjadi tanda bahwa mikroorganisme sedang bekerja menguraikan bahan organik dan menghasilkan gas.
Sistem sederhana ini juga mencegah tekanan gas di dalam wadah menjadi terlalu tinggi.
Selama proses fermentasi, warna cairan perlahan berubah. Aroma yang awalnya masih menyerupai buah segar akan berganti menjadi aroma asam-manis khas fermentasi.
Jika proses berjalan dengan baik, cairan tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Bau busuk biasanya menjadi tanda adanya pembusukan akibat kontaminasi udara atau bahan yang kurang seimbang.