Biayanya murah, bahan bakunya melimpah, dan proses pembuatannya tidak memerlukan teknologi yang rumit. Siapa pun dapat mencobanya, mulai dari penghobi tanaman hingga petani.
Pada akhirnya, fermentasi limbah kulit pisang dan kulit melon mengajarkan satu hal penting, yaitu bahwa keberlanjutan dimulai dari langkah-langkah kecil di rumah.
Kulit buah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata mampu berubah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih hijau.
Jadi, sebelum membuang kulit buah ke tempat sampah, ada baiknya berpikir kembali. Mungkin saja, limbah yang kita anggap sepele hari ini adalah sumber kesuburan bagi tanaman di masa depan.
Dari dapur menuju kebun, dari sampah menjadi berkah itulah bukti bahwa inovasi sederhana dapat menghadirkan manfaat yang luar biasa bagi lingkungan.