Keisha M Marthin
Keisha M Marthin Wiraswasta

Perempuan Asli Indonesia yang Berjuang untuk Perempuan

Selanjutnya

Tutup

Video

Healing

6 September 2026   19:59 Diperbarui: 6 September 2026   19:59 120 0 0

Healing | Dokpri
Healing | Dokpri


Setiap orang pada dasarnya merindukan kehidupan yang sejahtera, aman, sehat secara fisik, mental, maupun spiritual. Demi mencapai hal tersebut, perlu berproses dan berupaya keras, bahkan melupakan hal-hal penting lainnya. Namun, proses dan kerja keras yang dipaksakan kerap mendatangkan hal-hal tak terduga antara lain penurunan daya tahan tubuh, konflik dengan diri sendiri maupun orang lain, hingga timbulnya luka batin yang membekas.

Luka batin umumnya berakar dari kekecewaan, kegagalan, rasa tersakiti, pengalaman diabaikan, hingga trauma akibat kekerasan fisik, psikologis, maupun penindasan di masa lalu. Semua jejak tersebut tersimpan di dalam memori dan memengaruhi pola hidup seseorang. Dalam konteks itu, healing diartikan sebagai proses penyembuhan, baik secara fisik maupun pemulihan jiwa, perasaan, dan pikiran. Sementara itu, self-healing adalah upaya penyembuhan yang dilakukan secara mandiri oleh diri sendiri.

Ciri-Ciri Seseorang Membutuhkan Pemulihan. Luka batin kerap memicu dampak negatif yang memengaruhi pola perilaku sehari-hari, antara lain:

  • Sangat Sensitif. Mudah menangis, marah karena hal sepele, atau gampang tersinggung akibat rekam jejak peristiwa masa lalu yang belum selesai.
  • Pola Pikir Negatif. Cenderung pesimistis, cemas berlebihan, ragu dalam mengambil keputusan, atau enggan mengutarakan pendapat.
  • Menyimpan Dendam: Kesulitan memaafkan dan berdamai, sehingga muncul dorongan membalas dendam atau menarik diri dari interaksi sosial.

Bentuk-Bentuk Latihan Pemulihan Diri. Agar menjaga keseimbangan jiwa dan raga, beberapa metode self-healing sederhana yang dapat dipraktikkan antara lain,

  • Me Time. Operasional Waktu Pribadi. Melakukan kegiatan yang disukai seorang diri, seperti membaca, menulis, melukis, mendengarkan musik, atau bepergian secara mandiri.
  • Teknik Visualisasi dan Pelepasan Emosi. Mengheningkan cipta sejenak dengan memejamkan mata. Bayangkan sebuah lingkaran di atas kepala untuk menampung seluruh amarah, dendam, dan rasa sakit, lalu lepaskan. Setelahnya, isi kembali ruang kosong tersebut dengan kasih sayang, kedamaian, dan komitmen positif untuk memaafkan.
  • Relaksasi dan Meditasi. Menenangkan pikiran diiringi musik lembut atau suara alam untuk meredakan ketegangan fisik dan emosional.
  • Penataan Ulang Ritme Hidup dan Kehidupan. Mengatur jadwal harian serta melatih self-compassion (belas kasih pada diri sendiri) agar lebih tenang dan bijak sebelum merespons suatu keadaan.

Pemulihan diri bukanlah proses sekali jadi, melainkan pembiasaan yang perlu dilakukan secara berkala dan konsisten. Latihan ini bisa dilakukan kapan saja sesuai situasi, mulai dari durasi singkat 1--5 menit hingga 30 menit, demi mencapai pemulihan optimal.

KMM