KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Potret Kehidupan Episode 68 tentang Sore Terindah

10 Maret 2024   23:38 Diperbarui: 11 Maret 2024   00:02 782 0 0

Dokpri
Dokpri


Potret Kehidupan Episode 68

Tentang Sore Terindah

Cerpen, diangkat dari kisah nyata,

Inilah sore terindah dalam hidupku. Setelah dua puluh empat tahun mengenalnya, setelah ribuan puisi yang kutulis untuknya, setelah berton-ton rindu untuknya, baru sore ini ia mengulum senyum yang teramat manis sekali, __tak terperikan. 

Ia menarik tanganku, kami berlari meninggalkan kandang. Terus berlari melintasi kebun yang dahulunya kosong tak terurus. Oh, kami tak lagi menyibak-nyibakkan rumput setinggi dadaaa. Ia tertawa kecil menuju saung. Kami merebahkan diri yang setengah kelelahan, memandangi awan senja berarakan. 

Aku membaca puisi lagi untuknya ha-ha-ha. Ia tahu, masa kecilku memang sering ikut lomba baca puisi hingga diutus keluar kota. Tapi kali ini, aku sedang tidak bercanda. Puisi ku tidak main-main, ini serius; "Semua hal tentangmu aku suka, hampir semuanya. Ingatkah kau? Tak tahu pasti tanggal berapa, yang pasti waktu itu tahun duaribu di Jogjakarta. Dulu kau mengikat janjimu, bersumpah kepada seluruh bintang. Namun, aku tak suka jika nantinya ada yang merubah segalanya. Kau ini hanya untukku. Untukku. Orang lain merasa tak pantas. Bagiku kau seperti seseorang yang akan selalu menjadi milikku". Hah. Jangan ketawa! Kata-kataku serius.

Ia setengah hendak tertawa nampaknya lalu dengan sengaja memegang keningku. Mungkin ia hanya sekedar mencek, panaskah suhu tubuh ku? Seraya memuji; "Puisi yang indah ....", katanya. Aku melambung, ha-ha ha. Wajahku yang sedang tak cantikpun berair karena keringat, seperti embun di permukaan kaca. Bukan karena ucapannya itu, melainkan karena sore terindah itu emang panas. 

Ia bangkit, lalu berjalan hilir mudik di depanku yang memandangiku seperti bayi melihat kelereng. Lalu dengan gaya seperti dosen ia menggenggam jemarinya, bercerita penuh semangat tentang minat barunya pada dunia tani ini dan cita-citanya menjadi petani ternak yang sukses. Sebaliknya, aku menceritakan minatku juga pada seni tulis menulis.

Tahukah kalian? Tentang Sore Terindah, Didekatnya aku merasa berarti, merasa menjadi seseorang. Di dekatnya aku merasa ingin menjadi seorang perempuan yang lebih baik. Di dekatnya aku merasa seperti sedang berada dalam sebuah adegan dalam film. Keindahan yang sederhana ini, membuatku belajar menghargai cinta yang sekarang duduk di sampingku. Aku tersesat dalam hatinya dan aku merasa tenang didalamnya. Weeehh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4